Penjualan Bendera Melambung Tinggi, Ini Angka Kenaikannya!

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 11:05 WIB

BANJIR PESANAN: Salah seorang karyawan sedang menjahit bendera merah putih di kawasan Stasiun Kediri. (HILDA NURMALA RISANI/JPRK)
BANJIR PESANAN: Salah seorang karyawan sedang menjahit bendera merah putih di kawasan Stasiun Kediri. (HILDA NURMALA RISANI/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Penjual bendera Merah Putih di Kota Kediri ketiban untung. Pasalnya, penjualan mereka bisa meningkat dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasa. Ini terjadi tak lain karena menjelang momen Hari Kemerdekaan.

Hal itu diungkapkan oleh Muasih, salah satu penjual bendera merah putih yang ada di sekitar Stasiun Kediri. Dia menyebut jika penjualan dibandingkan hari biasa meningkat 50 persen. “Tentu meningkat karena memang momentumnya,” ujar Muasih saat ditemui di kiosnya.

Ya, di momentum mendekati HUT RI ini setiap harinya dia bisa menjual minimal 300 buah bendera ukuran 60 x 70 cm atau biasa disebut bendera rumahan. Dengan harga jual per buahnya mencapai Rp 17.500.

Baca Juga: Pengibaran Bendera Setengah Tiang Hari Ini, Peringati Apa?

Tak hanya itu, perempuan yang tinggal di Kelurahan Balowerti ini menyebut jika menjual bendera dari berbagai ukuran. Mulai dari ukuran terkecil 30x40 cm dengan harga jual Rp 3.500 hingga ukuran paling besar 3x2 meter yang dibanderol Rp 250 ribu.

“Ya paling banyak dicari untuk rumahan itu. Tapi juga beberapa OPD (organisasi perangkat daerah, Red) membelinya juga di sini,” paparnya.

Meningkatnya jumlah penjualan ini juga membuatnya harus menambah tenaga kerja dua kali lipat. Jika biasanya hanya ada 6 karyawan, kini dia menambah 6 orang untuk membantu menjahit.

Baca Juga: Viral Bendera Merah Putih Terbalik Saat Upacara 17 Agustus di Mamasa, Peserta Paskibraka Menangis Histeris!

Itu dilakukan agar pembeli di kiosnya tidak perlu menunggu lama ketika membutuhkan barang dalam jumlah besar. “Sebenarnya kalau dibandingkan tahun lalu saat ini (penjualan, Red) lebih menurun. Menurunnya sekitar 10 persen,” ungkapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.

Kondisi serupa juga dirasakan oleh Sri, 45. Penjual bendera merah putih di Jalan Brigjen Katamso itu menyebut jika daya beli masyarakat tahun ini mengalami penurunan. “Kalau dibandingkan tahun lalu memang menurun. Tidak seramai dulu,” ungkapnya.

Itu terlihat dari awal bulan Agustus ini hanya ada pembeli 1-2 orang saja. Tidak seperti tahun lalu yang sudah ramai pembeli sejak memasuki bulan Agustus. Padahal dari segi harga tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Per buah dibanderol dengan harga Rp 15 ribu sampai dengan Rp 200 ribu. Bergantung pada ukuran dan bahan yang digunakan.

Baca Juga: Viral Awan .Feast Tegur Polisi yang Diduga Pukul Penonton Moshing Bawa Bendera One Piece

“Kalau dari harga tidak jauh berbeda daripada tahun kemarin. Tapi penjualan menurun sampai 20 persen mungkin,” tutur Sri.

Di sisi lain, sebagian warga memilih membeli bendera lebih awal agar bisa mendapatkan kualitas terbaik. Salah satu warga, Diasti, sengaja berbelanja sebelum mendekati 17 Agustus karena pilihan barang masih lebih lengkap.

Saya beli sekarang karena stok masih banyak, jadi bisa memilih yang menurut saya bagus dan warnanya masih cerah. Kalau sudah mepet biasanya stoknya tinggal sedikit. Jadi takut hanya tersisa bendera yang kualitasnya kurang bagus,” ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Vinanda dan Ribuan Anak Muda Arak Bendera Merah Putih Raksasa Menuju Puncak Gunung Klotok

Pedagang pun berharap tren penjualan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan. Seiring tradisi masyarakat memasang bendera Merah Putih menjelang Hari Kemerdekaan. Keberadaan lapak-lapak bendera di berbagai ruas jalan Kota Kediri pun diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh perlengkapan perayaan HUT RI.

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
PENJUALAN BENDERA MENINGKAT 50 PERSEN BENDERA RUMAHAN kota kediri merah putih