Mobil dan Truk Tak Boleh Lewat PB Sudirman, Ini Jalur Alternatif Yang Bisa Kamu Pilih!

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 07:40 WIB

JEBOL AKSES: Dinas PUPR Kota Kediri mulai melakukan crossing atau membuat jalur drainase langsung ke anak Sungai Brantas di Jl PB Sudirman agar arus air lancar dan tidak menimbulkan genangan. (Foto: Wahyu Adji/JPRK)
JEBOL AKSES: Dinas PUPR Kota Kediri mulai melakukan crossing atau membuat jalur drainase langsung ke anak Sungai Brantas di Jl PB Sudirman agar arus air lancar dan tidak menimbulkan genangan. (Foto: Wahyu Adji/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri–Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri mengalihkan arus lalu lintas di Jalan PB Sudirman. Sejak Jumat (7/8) hingga Selasa (18/8) nanti, kendaraan roda empat dilarang melewati ruas jalan padat Kota Kediri tersebut. Pemberlakuan kebijakan ini menyusul proyek crossing saluran yang berlangsung selama 11 hari di sana.

Kepala Dishub Kota Kediri Arief Cholisudin mengatakan, pembatasan kendaraan yang melewati Jl PB Sudirman dilakukan demi keamanan pelaksanaan proyek. “Proyeknya crossing saluran drainase dari sisi timur di Panglima Sudirman ke sisi barat. Untuk membuang air ke selokan yang ada di sebelahnya Ramayana,” ungkap pria yang akrab disapa Cholis itu.

          Selama pelaksanaan proyek, jalan ditutup untuk kendaraan roda empat. Adapun kendaraan roda dua masih bisa melintas di sana dengan sistem buka tutup.

Baca Juga: Warga Keluhkan Debu Proyek Drainase Jalan PB Sudirman, Komisi C DPRD Kota Kediri Minta Pemkot Awasi Kerja Kontraktor

          Dishub, lanjut Cholis, sudah menyiapkan beberapa jalur alternatif untuk kendaraan roda empat. Yaitu, dari sisi utara Jalan Dhoho, kendaraan langsung diarahkan ke timur melalui Jalan Pattimura. “Kalau nanti ada warga yang berkepentingan menuju ke tempat-tempat sebelum crossing seperti Ramayana, depot makan, dan hotel masih bisa. Asalkan nanti kembali ke arah utara,” lanjut Cholis.

          Dari sisi selatan, kendaraan roda empat di arahkan ke Jl Brigjen Katamso dan ke arah barat menuju Bandarngalim. Meski ada Jl Sultan Agung yang bisa jadi jalur alternatif, menurut Cholis kendaraan tetap dilarang ke utara. Sebab, ruas tersebut akan diberlakukan satu arah untuk roda empat. Yakni dari timur ke barat.

“Ini (pemberlakuan satu arah) untuk memecah kepadatan di Jalan Kilisuci,” terangnya sembari menyebut rekayasa lalu lintas di sana juga diberlakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan di simpang empat Baruna.

Baca Juga: Solusi Macet Kediri? Wacana Ring Road Mencuat Lagi Usai Truk Dilarang Masuk Jalan PB Sudirman

          Selama pemberlakuan satu arah di Jl Sultan Agung, menurut Cholis dishub akan memantau tingkat kepadatan lalu lintas di sana. Jika tidak terjadi kepadatan, bisa saja ruas jalan tersebut kembali dibuka dua arah.

          Dengan adanya penutupan di dua ruas jalan Kota Kediri akibat proyek untuk kepentingan umum, Cholis mengimbau masyarakat untuk bepergian menggunakan sepeda motor. Sehingga mobilitas mereka bisa lebih lancar.

          “Kami juga menyiagakan personel untuk membantu mengarahkan pengendara melintasi jalur alternatif yang telah disediakan. Mereka akan standby di jam-jam rawan kepadatan saat berangkat dan pulang kerja,” beber Cholis memohon maaf kepada masyarakat atas terganggunya lalu lintas di Jl PB Sudirman dan Jl Urip Sumoharjo akibat proyek Jembatan Kaliombo.

Baca Juga: Jembatan Alun-Alun Bandar Dibuka, Lalu Lintas di Jl PB Sudirman Kota Kediri Normal Kembali

          Cholis juga meminta agar masyarakat menghindari titik-titik kepadatan lalu lintas selama 7-18 Agustus mendatang. Pemkot, menurutnya akan kembali membuka jalan setelah pengerjaan proyek selesai.

Editor : Mahfud
Sumber : radar kediri]
Arief Cholisudin' Kendaraan roda empat dilarang melintas roda dua buka tutup dishub kota kediri jalan PB Sudirman