Berdasarkan informasi BMKG, tidak terdapat wilayah yang masuk kategori peringatan waspada, siaga, maupun awas untuk hujan sedang hingga ekstrem.
Selain itu, potensi hujan petir dan angin kencang juga tercatat nihil pada periode tersebut.
Meski kondisi cuaca relatif kondusif, BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode kemarau.
Cuaca terik pada siang hari dapat memicu munculnya kondisi cuaca yang berubah secara mendadak.
Baca Juga: Organisasi Meteorologi Dunia Prediksi Suhu 2026 ini di Atas Normal, Begini Penjelasannya
Masyarakat diminta mewaspadai sejumlah potensi dampak, di antaranya kebakaran hutan dan lahan, angin kencang, serta puting beliung yang dapat muncul setelah cuaca panas pada siang hari.
BMKG juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk menghemat penggunaan air serta mengamankan cadangan air selama musim kemarau.
Dari sisi kesehatan, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.
Saat beraktivitas di luar ruangan, masyarakat juga disarankan menggunakan perlindungan yang sesuai, terutama ketika kondisi berdebu dan terik.
BMKG meminta masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, termasuk aplikasi Info BMKG, SMS blasting BMKG-KOMDIGI, media sosial, serta layanan informasi BMKG.
Sumber: Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri – BMKG.
Sumber : Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri – BMKG.