Gelombang Laut Selatan Jatim Berpotensi Capai 4,1 Meter, Ada Apa? Begini Kata BMKG

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 09:00 WIB
Ilustrasi ombak atau gelombang tinggi.
Ilustrasi ombak atau gelombang tinggi.

 

JP RADAR KEDIRI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku aktivitas pelayaran, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Timur.

Prakiraan cuaca maritim yang berlaku pada 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 8 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB menunjukkan tinggi gelombang di wilayah tersebut berpotensi mencapai 2,0 hingga 4,1 meter.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh angin yang dominan bertiup dari arah timur dengan kecepatan maksimum mencapai 25 knot atau sekitar 46 kilometer per jam.

Meski cuaca secara umum diprakirakan cerah berawan, gelombang tinggi tetap berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, terutama bagi perahu nelayan, kapal tongkang, maupun kapal berukuran kecil.

Baca Juga: BMKG Sebut Gelombang Tinggi Masih Mengintai Perairan Selatan Jatim, Sampai Kapan?

Sementara itu, di wilayah Laut Jawa bagian timur, BMKG memprakirakan cuaca cerah berawan dengan angin dominan dari timur berkecepatan maksimum 31 knot atau sekitar 57 kilometer per jam.

Tinggi gelombang di kawasan ini berkisar 0,8 hingga 1,7 meter, sehingga pelaku pelayaran tetap diminta memperhatikan perkembangan cuaca.

Adapun di Selat Madura, kondisi cuaca juga diprakirakan cerah berawan dengan angin dominan dari timur berkecepatan maksimum 28 knot atau sekitar 52 kilometer per jam.

Tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5 hingga 1,4 meter.

BMKG mengingatkan bahwa keberadaan awan Cumulonimbus (Cb) yang tumbuh secara luas dapat menyebabkan peningkatan kecepatan angin serta tinggi gelombang secara tiba-tiba.

Oleh karena itu, nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca maritim terbaru sebelum berlayar demi menjaga keselamatan.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri, BMKG
gelombang tinggi Awan Cumulonimbus BMKG Jawa Timur laut selatan