JP Radar Kediri- Tak hanya bendera, berbagai ornamen bernuansa warna merah dan putih mulai menghiasi kampung-kampung di Kota Kediri.
Pemasangan bendera dan ornamen itu menyusul Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang ditegaskan kembali melalui flyer imbauan oleh Pemkot Kediri.
Isinya tentang ajakan mengibarkan dan memasang bendera merah putih secara serentak.
“Kami juga menyebarluaskan ke seluruh instansi pemda. Termasuk dari kelurahan nanti yang menyebarkan lagi ke RT-RT atau lingkungan,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Kediri Syamsul Bahri.
Berdasarkan edaran Mendagri itu, pemerintah memberikan arahan untuk mengibarkan bendera merah putih secara serentak. Pelaksanaannya mulai 1 – 31 Agustus 2026.
Baca Juga: Wali Kota Vinanda dan Ribuan Anak Muda Arak Bendera Merah Putih Raksasa Menuju Puncak Gunung Klotok
Secara khusus, bendera yang dikibarkan itu harus sesuai standart dengan ukuran 90 x 120 sentimeter.
Di luar itu, menurutnya masyarakat juga bisa memeriahkan nuansa hari kemerdekaan dengan memasang dekorasi. Seperti ornamen bernuansa warna merah dan putih maupun umbul-umbul.
“Pasang ornamen nggak apa-apa. Asal tidak berbentuk bendera. Misal, bendera selain merah putih itu ditempatkan di atasnya bendera merah putih. Itu yang tidak boleh,” terang Syamsul.
Aturan pemasangan bendera itu menurutnya tetap merujuk pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.
Baca Juga: Bendera One Piece dan Controversial Marketing
Terkait pemasangan ornamen bernuansa warna merah dan putih di lingkungan permukiman, menurutnya itu termasuk cara masyarakat merayakan hari nasional tersebut.
“Kalau hiasan itu tidak masalah. Itu malah bagus, bentuk kreativitas masyarakat,” ucapnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, kemeriahan menyambut peringatan hari kemerdekaan itu sudah nampak di wilayah Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota. Tepatnya di Kelurahan Dandangan Gang II.
Selain mengibarkan bendera merah putih, masyarakat juga memasang beragam ornamen. Seperti tenda dan umbul-umbul berwarna merah dan putih.
Dekorasi itu pun semakin meriah dengan pemasangan sejumlah foto pahlawan nasional. Beberapa di antaranya seperti Ir Soekarno, Bung Hatta, RA Kartini, Jenderal Sudirman, dan lain sebagainya. Gambar tokoh-tokoh pahlawan nasional itu dicetak dengan ukuran yang cukup besar dan tersebar di sepanjang jalan perkampungan tersebut.
Baca Juga: Kisah Pedagang Bendera Musiman dari Garut, Setiap Tahun Jualan di Kediri Saat 17 Agustus
Ketua RW 07 Suprastyo mengatakan, gagasan memeriahkan lingkungan itu murni dari inisiatif masyarakat RW 06 dan RW 07.
Menurutnya di tengah isu ketidakstabilan pemerintah dan ekonomi saat ini, masyarakat di sana tetap punya semangat merayakan hari kemerdekaan.
Setidaknya sebagai bentuk penghormatan terhadap pahlawan nasional yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.
“Meskipun Indonesia sedang tidak baik-baik saja, tapi kami tetap ingin menghormati para pahlawan yang sudah berjuang membela kemerdekaan,” tutur Suprastyo.
Baca Juga: Bendera One Piece Tak Perlu Ditanggapi Agresif
Persiapan pemasangan bendera dan ornamen itu menurutnya dimulai sejak Juli lalu. Warga memanfaatkan sisa kain dari perayaan kemerdekaan tahun sebelumnya yang dikreasikan dengan ide baru.
“Semua murni dari warga, termasuk idenya. Kami juga memanfaatkan kain bendera tahun lalu dan memanfaatkan semua kreativitas dan skill warga seperti menjahit dan lainnya,” tandasnya. (ais/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri