Empat Gempa Tektonik Terekam di Gunung Kelud, Ada Gempa Jauh dan Lokal, Begini Status Gunung Aktif itu

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 20:50 WIB
Kawah Kelud
Kawah Kelud (Foto Wahyu Adji)

JP Radar Kediri – Pos Pengamatan Gunung Kelud mencatat adanya empat kejadian gempa tektonik yang terekam selama periode pengamatan Senin (3/8).

Bagaimana status gunung aktif itu? Simak penjelasan pusat vulkanologi ini.

Berdasarkan laporan aktivitas gunung api yang diterbitkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), empat gempa tersebut terdiri atas satu gempa tektonik lokal dan tiga gempa tektonik jauh.


Gempa tektonik lokal tercatat memiliki amplitudo 27 milimeter, selisih waktu gelombang S-P selama 5,22 detik, serta durasi 35 detik.

Sementara itu, tiga gempa tektonik jauh memiliki amplitudo antara 6 hingga 32 milimeter, waktu S-P berkisar 14,86 hingga 31,67 detik, dengan durasi 60 hingga 90 detik.


PVMBG menjelaskan bahwa gempa tektonik merupakan gempa yang dipengaruhi aktivitas pergerakan lempeng bumi dan lazim terekam oleh peralatan pemantauan gunung api.

Kejadian tersebut tidak selalu berkaitan dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Kelud.

Baca Juga: 12 Tahun Berlalu Sejak Gunung Kelud Meletus pada 14 Februari, Akankah Sudah Waktunya Erupsi Lagi?
Selama periode pengamatan, kondisi visual gunung juga terpantau normal.

 Gunung terlihat jelas, tidak teramati asap keluar dari kawah, sementara permukaan danau kawah tertutup kabut dengan suhu air tercatat 28,89 derajat Celsius.

Cuaca di sekitar gunung didominasi cerah hingga berawan dengan suhu udara berkisar 19–30 derajat Celsius dan kelembapan 56–80 persen.

Dari hasil pengamatan itu, dinyatakan status aktivitas Gunung Kelud masih Level I atau normal.

Meski demikian, PVMBG tetap mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati area kawah dalam radius satu kilometer.

Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Kelud juga diminta tetap mewaspadai potensi lahar apabila terjadi hujan di kawasan puncak.


PVMBG memastikan pemantauan aktivitas Gunung Kelud dilakukan secara terus-menerus.

Setiap perubahan aktivitas akan segera diinformasikan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : pvmbg, Radar Kediri
gempa tektonik status gunung kelud