Bangun Gedung MTsN 1 Kota Kediri yang Terbakar, Kemenag Kota Kediri Usulkan Rp 3,6 M ke Pusat

Ayu Ismawati • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 08:10 WIB
TUNGGU PERBAIKAN: Beberapa ruang kelas di MTsN 1 Kota Kediri yang terbakar kini dibiarkan kosong. Kemenag Kota Kediri masih menunggu bantuan dari Pusat untuk membangun ulang gedung yang hangus terbakar. (Foto: Ayu Isma)
TUNGGU PERBAIKAN: Beberapa ruang kelas di MTsN 1 Kota Kediri yang terbakar kini dibiarkan kosong. Kemenag Kota Kediri masih menunggu bantuan dari Pusat untuk membangun ulang gedung yang hangus terbakar. (Foto: Ayu Isma)

JP Radar Kediri- Gedung MTsN 1 Kota Kediri yang hangus terbakar Juni lalu agaknya bisa segera dibangun.

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri mengusulkan bantuan Rp 3,6 miliar kepada Pusat untuk membangun kembali beberapa ruangan di madrasah tersebut.

Kepala Kantor Kemenag Kota Kediri A. Zamroni mengatakan, usulan sudah disampaikan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama. Pihaknya tinggal menunggu tindak lanjutnya.

Melalui bantuan itu, Zamroni berharap pembangunan beberapa ruangan terdampak kebakaran bisa segera dilakukan. Di antaranya ruang tata usaha, ruang kepala madrasah, dan sebagian ruang guru.

Baca Juga: Kepala MTsN 1 Kota Kediri Anwar Fauzi Bawa Madrasah Bangkit dari Bencana menuju Madrasah Digital

Beberapa waktu lalu, lanjut Zamroni, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Profesor Suyitno sudah mengecek lokasi.

“Jadi ini informasinya sampai hari ini sekitar 70 persen kemungkinan bisa direalisasikan di tahun ini," ujarnya.

Nilai anggaran miliaran rupiah yang diusulkan itu, tutur Zamroni, sudah sesuai dengan perhitungan kebutuhan untuk membangun ulang gedung.

Apalagi, dampak kebakaran cukup besar. Sehingga tidak cukup direvitalisasi atau dibenahi saja. Melainkan harus dibongkar dan dibangun ulang.

Di sisi lain, proses pembangunan juga masih harus menunggu beberapa tahapan administrasi. Di antaranya, aset bangunan yang rusak akibat kebakaran harus lebih dulu melalui mekanisme penghapusan aset negara. 

Awal Agustus ini, usulan penghapusan aset telah diajukan dan tinggal menunggu survei lapangan serta terbitnya surat keputusan (SK).

"Sebelum ada penghapusan aset, bangunan baru tidak boleh didirikan. Sekarang tinggal menunggu survei lapangan dan SK penghapusan," terang Zamroni.

Baca Juga: Gedung Terbakar, MTsN 1 Kota Kediri Rugi Miliaran, Ini Dugaan Penyebab Munculnya Api!

Meski begitu, selama proses tersebut berlangsung menurutnya kegiatan pembelajaran di madrasah tetap berjalan normal. Hanya saja, aktivitas administrasi madrasah untuk sementara harus dipindahkan ke beberapa ruang kelas.

Selain itu, sedikitnya ada tujuh ruang kelas yang disewa dari sekolah terdekat untuk membantu pelayanan administrasi dan kantor. Zamroni berharap pembangunan sekolah bisa selesai di tahun ini.

Sehingga, di 2027 nanti mereka bisa menempati kembali bangunan yang terbakar.

Selain mengandalkan bantuan Pusat, menurut Zamroni pihaknya juga menerima dukungan dari jajaran Kantor Kementerian Agama se-Jawa Timur.

Pasca-kebakaran, Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur membuka penggalangan donasi untuk membantu pemulihan sarana dan prasarana MTsN 1 Kota Kediri.

Baca Juga: Wawali Gus Qowim Tinjau Kebakaran MTsN 1 Kota Kediri, Pastikan KBM Akan Tetap Berjalan

Bantuan tersebut dikirim langsung melalui panitia khusus yang dibentuk untuk penanganan musibah. "Kalau ada satuan kerja Kementerian Agama yang terkena musibah, baik kebakaran maupun bencana alam, biasanya memang dibuka donasi dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Kami juga ikut berpartisipasi," tandasnya. (ais/ut)

 

 

 

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
MTsN 1 Kota Kediri Pusat pendidikan islam madrasah kemenag kota kediri