JP Radar Kediri – Rencana Bandara Dhoho menjadi embarkasi haji pada 2027 harus matang.
Tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan bandara dan fasilitas pemberangkatan jemaah.
Kawasan penunjang di sekitar bandara juga perlu dipersiapkan melalui masterplan kawasan ekonomi atau konsep aerotropolis.
Tujuannya agar dampak ekonominya bisa dirasakan lebih luas oleh Kediri Raya.
Dr Subagyo MM, pengamat ekonomi UNP Kediri mengatakan keberadaan embarkasi haji berpotensi menjadi penggerak ekonomi baru.
Aktivitas ribuan jemaah beserta keluarga yang mengantar akan menciptakan perputaran uang yang jauh lebih besar. Terutama jika dibanding penerbangan reguler.
Contohnya jika terdapat sekitar 10 ribu jemaah dengan masing-masing diantar tiga orang maka akan muncul puluhan ribu pengunjung selama musim haji.
Mereka membutuhkan layanan transportasi, parkir, makanan, minuman, minimarket, penginapan hingga pusat oleh-oleh.
Baca Juga: Kawasan Bandara Buka Peluang Ekonomi Baru, Omzet UMKM Tembus Ratusan Ribu per Hari
Kondisi tersebut akan membuka peluang bagi UMKM sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
“Hotel juga akan menikmati dampaknya. Bukan hanya okupansi kamar yang meningkat, tetapi juga restoran, ruang pertemuan, laundry, hingga jasa pendukung lainnya. Ini bisa menjadi penggerak ekonomi baru bagi Kediri Raya,” ujarnya.
Meski optimistis rencana embarkasi haji dapat terealisasi, Subagyo mengingatkan masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Mulai dari penyediaan asrama atau hotel sesuai standar, layanan kesehatan, karantina, pengelolaan bagasi hingga berbagai sarana pendukung lainnya.
Pemerintah perlu membentuk tim percepatan embarkasi haji yang melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah daerah, operator bandara, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dukungan dunia usaha, organisasi seperti Kadin, hingga masyarakat juga dinilai menjadi faktor penting agar seluruh persiapan berjalan selaras.
“Kami juga melihat perlunya pelatihan SDM di bidang transportasi dan hospitality, pendampingan UMKM dalam pelayanan, promosi daerah, sampai pemetaan peluang investasi,” jelasnya.
Baca Juga: Kerek Pertumbuhan Ekonomi, Pemkab Kediri Siapkan Hotel di Kawasan Bandara Kediri
Selain itu, Subagyo menilai penyusunan masterplan kawasan ekonomi di sekitar Bandara Dhoho menjadi kebutuhan mendesak.
Dokumen tersebut akan menjadi pedoman bersama dalam mengembangkan kawasan penunjang embarkasi haji. Sehingga investasi tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Masterplan kawasan ekonomi embarkasi haji sangat penting. Kalau memang belum ada, sebaiknya segera disusun,” tegas Subagyo.
Menurutnya, itu akan menjadi acuan bagi seluruh stakeholder.
Dengan begitu arah pengembangannya jelas sekaligus dapat menarik investor.
Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri Sukadi mengakui hingga saat ini masterplan kawasan ekonomi khusus untuk mendukung Embarkasi Haji Bandara Dhoho memang belum disusun.
Pemkab saat ini masih fokus menyiapkan road map operasional embarkasi.
Termasuk melakukan studi tiru ke Kulonprogo sebagai acuan penyusunan standar pelayanan jemaah. “Masih belum,” jelasnya.
Walau demikian, pemerintah pusat juga mulai menyiapkan pengembangan ekosistem ekonomi haji.
Seperti disampaikan sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta Pemkab Kediri menginventarisasi potensi UMKM dan komoditas unggulan yang dapat masuk dalam rantai pasok penyelenggaraan haji.
Pendataan tersebut tidak hanya mencakup jumlah UMKM. Tetapi juga komoditas yang benar-benar dibutuhkan, seperti beras, cabai, nanas, hingga produk perikanan.
Editor : MahfudSumber : Radar Kediri