JP Radar Kediri- Pemerintah Kabupaten Kediri mulai menindaklanjuti aksi vandalisme yang merusak Situs Kereta Mbah Gleyor di Desa/Kecamatan Kandat.
Karena berstatus objek diduga cagar budaya (ODCB), pembersihan coretan itu tak bisa sembarangan.
Untuk itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri akan berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI Jawa Timur untuk menentukan metode pembersihan yang aman.
Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Disparbud Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi.
Penanganan terhadap objek diduga cagar budaya itu harus melalui kajian teknis.
"Saat ini secara teknis kami sedang berdiskusi dengan BPKW. Harapannya pembersihan dapat dilakukan secara optimal, tetapi dengan seminimal mungkin menimbulkan kerusakan pada objek yang diduga cagar budaya tersebut," kata Mustika.
Menurutnya, penanganan yang tergesa-gesa justru berpotensi menghilangkan nilai keaslian situs.
Karena itu, pihaknya memilih menunggu rekomendasi teknis dari tenaga ahli sebelum proses pembersihan dilakukan.
Selain pemulihan, aspek pengamanan situs juga menjadi perhatian Disparbud.
Mustika mengungkapkan, secara pengelolaan, Situs Kereta Mbah Gleyor menjadi tanggung jawab pemerintah desa.
Karena itu, desa didorong memperkuat sistem pengamanan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
"Situs tersebut menjadi tanggung jawab desa. Ke depan desa harus melakukan upaya yang lebih maksimal untuk pengamanannya. Kami akan mendorong pelaksanaannya," tandasnya.
Beberapa langkah yang diusulkan antara lain pemasangan kamera pengawas (CCTV).
Selain itu, penempatan juru pelihara hingga peninggian pagar pengaman di sekitar situs juga diusulkan.
Menurutnya, sarana pendukung tersebut penting untuk meningkatkan pengawasan sekaligus mencegah aksi vandalisme kembali terulang.
Sebelumnya diberitakan, Situs Kereta Mbah Gleyor menjadi sasaran aksi vandalisme.
Objek bersejarah itu dicoret-coret dengan cat berwarna putih, cokelat, dan hijau.
Tak hanya situs tersebut yang dirusak, kompleks makam keluarga George Soebandi Badal atau yang dikenal sebagai makam Bandi Soeres juga dicoret-coret orang tak dikenal.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.
Editor : MahfudSumber : Radar Kediri