Bidik Embarkasi Haji Jadi Motor Pariwisata, Pemerintah Siapkan Ini untuk Pendamping Jemaah

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:39 WIB
Tim dari Pemkab Kediri dan Kemenhaj lakukan studi tiru di Bandara YIA Kulonprogo yang menerapkan embarkasi haji berbasis hotel. Tahun depan, Bandara Dhoho juga akan melayani penerbangan haji. (Foto Asad MS)

 
Tim dari Pemkab Kediri dan Kemenhaj lakukan studi tiru di Bandara YIA Kulonprogo yang menerapkan embarkasi haji berbasis hotel. Tahun depan, Bandara Dhoho juga akan melayani penerbangan haji. (Foto Asad MS)  

JP Radar Kediri –Rencana operasional Bandara Dhoho menjadi embarkasi haji pada 2027 nanti jadi peluang peningkatan pariwisata Kabupaten Kediri.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri pun menyiapkan paket wisata untuk pendamping jemaah saat mereka berkunjung ke Bumi Panjalu. 

Untuk diketahui, dampak operasional embarkasi haji terhadap sektor pariwisata daerah sudah dirasakan oleh Jogjakarta.

Operasional embarkasi haji berbasis hotel di sana tahun ini, turut mengerek perekonomian dari sektor wisata dan hunian hotel.

“Adanya embarkasi haji ini pariwisata jadi meningkat 103 persen,” kata Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Daerah Istimewa Jogjakarta Silvia Rosseti kepada tim Pemkab Kediri yang berkunjung ke Jogja akhir Juli lalu.

Diakui Silvia, di awal operasional sempat muncul kekhawatiran jika hotel haji yang dibangun akan kosong pascamusim haji selesai. 

Baca Juga: Bandara Dhoho Siapkan Alur Pelayanan Jemaah, Matangkan Persiapan Operasional Embarkasi Haji

Namun, kekhawatiran itu tidak terbukti. Setelah penyelenggaraan haji, kunjungan wisata justru meningkat.

Hotel juga tetap mendapat tamu baru yang berwisata ke Jogjakarta. “Hotel yang semula khawatir kehilangan tamu justru merasakan manfaat ekonomi setelah embarkasi berjalan,” lanjut Silvia.

Pengalaman Kanwil Kemenhaj Jogjakarta itu pun direspons oleh Disparbud Kabupaten Kediri.

Kepala Disparbud Mustika Prayitno Adi akan menjadikan operasional embarkasi haji sebagai pintu masuk peningkatan kunjungan wisata.

Potensi pengunjung, terang Mustika, bukan hanya dari calon jemaah yang menginap di hotel embarkasi.

Melainkan juga ribuan keluarga yang mengantar maupun menjemput jemaah.

"Tantangannya bagaimana membuat mereka lebih lama tinggal atau length of stay di Kediri dan berbelanja di usaha pariwisata maupun berkunjung ke destinasi wisata," ungkap Mustika.

Demi menjaring banyak wisatawan, Mustika menyebut pihaknya mulai menyiapkan sejumlah konsep.

Selain memperkuat promosi destinasi wisata, disparbud berencana membuat paket atau bundling wisata khusus bagi pendamping jemaah umrah dan haji. 

Baca Juga: Kementerian Haji Susuri Exit Tol Manyaran Kediri, Ini Yang Dipertegas Kembali!

Pelaku usaha pariwisata juga akan didorong meningkatkan standar pelayanan agar siap menerima lonjakan kunjungan.

"Kami juga akan menyiapkan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha pariwisata agar terstandar dan siap menerima kunjungan wisatawan dari pendamping haji," jelasnya.

Salah satunya, dengan menyediakan potongan harga bagi rombongan pengantar atau penjemput jemaah yang berkunjung ke destinasi wisata.

Skema tersebut mengadopsi program yang pernah diterapkan saat pembukaan Bandara Dhoho.

"Seperti saat opening Bandara Dhoho kemarin, pengunjung yang bisa menunjukkan bukti sebagai pengantar rombongan mendapat diskon tiket masuk destinasi wisata. Konsep seperti itu bisa diterapkan lagi, bahkan bekerja sama dengan pelaku usaha pariwisata lainnya," tegasnya.

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
disparbud bandara dhoho pariwisata embarkasi haji