JP Radar Kediri – Selain menangani kebakaran, petugas Damkar Kabupaten Kediri juga rutin melakukan berbagai operasi penyelamatan dan evakuasi. Sepanjang Juni hingga 26 Juli 2026, tercatat ada 158 kasus evakuasi dan penyelamatan yang ditangani petugas.
Pada bulan Juni 2026 terdapat 95 kasus evakuasi, sedangkan hingga 26 Juli tercatat sudah ada 63 kasus. Dari jumlah tersebut, evakuasi sarang tawon menjadi yang paling dominan dengan 84 kasus. Disusul evakuasi ular sebanyak 51 kasus.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan, tren evakuasi pada musim kemarau justru cenderung menurun. Terlebih jika dibandingkan periode sebelumnya. Sebaliknya, kasus kebakaran mengalami peningkatan cukup signifikan.
Baca Juga: Kebakaran di Kabupaten Kediri Melonjak 124 Persen, Ini Penyebabnya
“Kalau musim kemarau ini kebakaran naik, sementara evakuasi justru menurun,” ujar Kaleb.
Meski demikian, laporan terkait kemunculan ular masih cukup sering diterima petugas. Menurut Kaleb, kondisi cuaca panas membuat sejumlah reptil mencari tempat yang lebih lembap sehingga berpotensi masuk ke permukiman warga.
“Musim kemarau identik dengan reptil yang mencari tempat lembap. Karena itu ular sering ditemukan di sekitar rumah warga,” jelasnya.
Selain ular dan sarang tawon, petugas juga beberapa kali menangani evakuasi lain. Seperti pelepasan cincin yang tersangkut di jari hingga penyelamatan kucing yang terjebak di lokasi tertentu.
Baca Juga: Kemarau Panjang Picu Lonjakan Kebakaran di Kediri, Mayoritas karena Kelalaian Manusia Sendiri
Kaleb menegaskan, dalam setiap operasi penyelamatan petugas selalu mengutamakan keselamatan manusia. Karena itu, laporan yang berpotensi mengancam nyawa akan menjadi prioritas utama untuk segera ditangani.
“Kalau ada kejadian yang membahayakan manusia, seperti ular berbisa, tentu langsung kami prioritaskan. Keselamatan manusia yang utama,” tegas Kaleb.
Sementara untuk laporan yang tidak berisiko langsung terhadap keselamatan jiwa, penanganan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan tingkat urgensi di lapangan. Meski demikian, evakuasi dan penyelamatan tetap dilakukan selama tidak bersamaan dengan penanganan kejadian yang lebih mendesak seperti kebakaran. Kaleb menghimbau masyarakat agar segera melapor apabila terjadi kebakaran maupun menemukan hewan berbahaya atau kondisi yang berpotensi mengancam keselamatan.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri