JP Radar Kediri- Mengawali rencana penataan kawasan Jl Dhoho, Pemkot Kediri berencana membangun tempat parkir lima lantai tahun depan.
Untuk merealisasikan itu, mereka menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp 35 miliar.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Kediri Endang Kartika Sari mengatakan, membangun gedung parkir di pusat Kota Kediri itu termasuk proyek infrastruktur utama yang akan direalisasikan pada 2027 nanti.
Proyek, lanjut Endang, jadi bagian dari rencana revitalisasi Jl Dhoho yang akan dilaksanakan pada 2028 mendatang.
“Kami juga akan segera sosialisasi kepada toko-toko yang terdampak. Karena mungkin kan ada toko milik pemkot yang nanti akan dibongkar di Jalan Dhoho untuk akses masuk di gedung parkir,” ujar Endang, ditemui usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi C DPRD Kota Kediri kemarin (31/7).
Pemkot melalui Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Kediri, lanjut Endang, sudah lebih dulu menyampaikan rencana itu kepada pengelola toko yang menempati aset pemkot. Rencananya, sosialisasi akan kembali digelar paling cepat Agustus ini dengan menghadirkan pengelola toko terdampak.
“Dari pemkot juga rencananya akan mengundang konsultan penyusun DED (Detail Engineering Design) dan FS (Feasibility Study), dan mungkin kami juga akan menghadirkan dinas perhubungan yang sudah melakukan kajian lalu lintas di kawasan Jalan Dhoho,” ungkap Endang terkait rencana sosialisasi selanjutnya.
Dengan demikian, masyarakat bisa mendapat informasi yang lebih detail terkait rencana pembangunan tempat parkir. Sehingga risiko atau kendala di kemudian hari bisa dimitigasi bersama.
Terkait urgensi pembangunan gedung parkir, perempuan yang secara definitif menjabat kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri itu menyebut, kawasan Jl Dhoho punya banyak potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.
Selain Jl Dhoho yang ikonik, juga ada kawasan heritage seperti Stasiun Kediri maupun bangunan objek diduga cagar budaya (ODCB) lainnya di area tersebut.
Termasuk destinasi wisata religi seperti Makam Mbah Wasil serta kuliner khas di sekitar Jl Dhoho.
“Jadi kami ingin menata kawasan Jalan Dhoho itu untuk menjadi spot pariwisata karena Kota Kediri kan belum punya ikon wisata,” tandas Endang.
Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Agung Purnomo mengatakan, rencana pembangunan gedung parkir itu harus disosialisasikan lebih awal oleh Pemkot Kediri. Khususnya bagi masyarakat yang akan terdampak proyek tersebut.
“Nanti juga akan kami fasilitasi. Bulan depan saya minta list yang terdampak, akan kami panggil. Biar ekses resistensi dan lain sebagainya bisa ditekan. Jadi jangan sampai ekses negatifnya nanti lebih besar,” terang Agung.
Baca Juga: Komisi C DPRD Kota Kediri Dukung Penertiban Larangan Truk Besar Masuk Jalan dalam Kota Kediri
Selain itu, Komisi C DPRD Kota Kediri juga meminta agar gedung parkir nantinya tetap bisa memfasilitasi pemilik toko atau usaha kuliner yang terdampak penataan. Sehingga mereka bisa tetap berjualan di sana.
“Jadi kalau bisa ditarik di bangunan yang baru nanti,” saran politisi Partai Golkar itu.
Menurutnya, pedagang maupun pengelola toko yang terdampak itu jumlahnya sekitar 20 titik. Rencananya gedung parkir akan dibangun di lahan Eks Pasific Motor di Jl Stasiun.
Namun akses masuknya dari Jl Dhoho. Selain gedung parkir, menurutnya gedung itu juga bisa menampung beberapa kios dan pelaku usaha kuliner.
“Nanti rencananya ada 10 kios yang di dalam itu dan ada 40 titik untuk kuliner. Tapi untuk titiknya saya belum klir, makanya ini juga saya masih mintakan gambarannya,” tandasnya. (ais/ut)
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri