BMKG Sebut Tiga Titik Panas Terdeteksi di Kediri Raya, Berada di Blitar dan Nganjuk, Begini Rekomendasinya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Ilustrasi titik panas.
Ilustrasi titik panas.

JP Radar Kediri – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi tiga titik panas (hotspot) di wilayah Kediri Raya berdasarkan hasil pemantauan satelit pada 31 Juli 2026.

Titik panas tersebut tersebar di Kabupaten Blitar dan Kabupaten Nganjuk, seluruhnya dengan tingkat kepercayaan sedang.


Dua titik panas terdeteksi di Kabupaten Blitar, masing-masing berada di Kecamatan Bakung dan Kecamatan Wonotirto. Keduanya terpantau oleh satelit NOAA-20 pada pukul 00.36 WIB.


Sementara itu, satu titik panas lainnya terdeteksi di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, pada pukul 00.17 WIB oleh satelit Suomi NPP (SNPP).

Baca Juga: Sehari Damkar Kabupaten Kediri Tangani 11 Kebakaran: Mayoritas Dipicu Kelalaian Manusia, Warga Diminta Lebih Waspada Saat Kemarau
Secara keseluruhan, rekapitulasi titik panas di wilayah Kediri Raya menunjukkan Kabupaten Blitar mencatat dua titik, Kabupaten Nganjuk satu titik, sedangkan Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Trenggalek tidak terdeteksi titik panas.


BMKG menjelaskan bahwa hotspot merupakan indikasi adanya anomali suhu permukaan yang terpantau oleh satelit.

Keberadaan titik panas tidak selalu menunjukkan adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga diperlukan pengecekan atau verifikasi langsung di lapangan oleh instansi terkait untuk memastikan kondisi sebenarnya.


BMKG juga mengimbau masyarakat, terutama yang beraktivitas di kawasan hutan, perkebunan, maupun lahan terbuka, agar tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran guna mencegah meluasnya dampak yang ditimbulkan.Sumber: BMKG Stasiun Meteorologi Dhoho Kediri.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri, BMKG
titik panas BMKG kebakaran