JP Radar Kediri – Selama periode pengamatan, kegempaan didominasi oleh empat kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 2–4 mm, selisih waktu S–P 16,24 detik, dan durasi gempa berkisar antara 40–138 detik.
Tidak terdapat aktivitas kegempaan vulkanik yang menunjukkan peningkatan aktivitas Gunung Kelud.
Di satu sisi, secara meteorologis, cuaca di sekitar Gunung Kelud terpantau cerah hingga berawan.
Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut, selatan, dan barat daya. Suhu udara berkisar antara 18–30°C dengan kelembapan udara 54–67 persen.
Dari hasil pengamatan visual, gunung tampak jelas hingga tertutup kabut tipis (0–I) dan tidak teramati adanya asap kawah.
Visual danau kawah terlihat jelas dengan warna hijau, sementara bualan air di bagian tengah danau teramati samar-samar. Pengukuran telemetri menunjukkan suhu air danau kawah mencapai 28,77°C.
Sehingga, adanya hal itu aktivitas Gunung Kelud yang berada di wilayah Kediri, Blitar, dan Malang masih berada pada Level I (Normal).
Berdasarkan laporan harian Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Kelud untuk periode pengamatan 30 Juli 2026 pukul 00.00–24.00 WIB.
PVMBG menyatakan tidak ada keterangan khusus selama periode pengamatan dan menetapkan status Gunung Kelud tetap Level I (Normal).
Walau demikian, masyarakat dan wisatawan tetap diimbau tidak mendekati kawah Gunung Kelud dalam radius 1 kilometer.
Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di sepanjang aliran sungai berhulu di puncak Gunung Kelud, termasuk para penambang, diminta tetap mewaspadai potensi banjir lahar, terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : pvmbg, Radar Kediri