Miris! Situs Kereta Mbah Gleyor di Kandat Kediri Dicoret Orang Tak Dikenal

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 12:25 WIB
Situs Kereta Mbah Gleyor di Kandat Kediri Dicoret Orang Tak Dikenal. (ASAD MS)
Situs Kereta Mbah Gleyor di Kandat Kediri Dicoret Orang Tak Dikenal. (ASAD MS)

 

JP Radar Kediri – Aksi vandalisme menyasar situs bersejarah di Desa Kandat, Kecamatan Kandat. Situs Kereta Mbah Gleyor yang diperkirakan telah ada sejak abad 18 dicoret-coret menggunakan cat oleh orang tidak dikenal. Tak hanya itu, makam keluarga di desa setempat juga menjadi sasaran aksi serupa.

Staf Bidang Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Ahmad Khudori mengatakan, aksi vandalisme tersebut pertama kali diketahui sekitar sepekan lalu. Saat itu, Situs Kereta Mbah Gleyor dicat warna putih oleh seseorang yang diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Dicat putih. Pas ketahuan, orang yang katanya ODGJ itu langsung lari," ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (31/7).

Namun, aksi serupa kembali terjadi sekitar tiga hari lalu. Kali ini, pelaku tidak diketahui identitasnya. Situs tersebut kembali dicoret menggunakan cat berwarna coklat dan hijau tua dengan berbagai pola di sejumlah bagian.

Baca Juga: Situs-Situs Besar Kediri yang Ekskavasinya Terhenti : Begini Menurut Pemkab dan Pengamat!

"Apakah pelakunya orang yang sama seperti sebelumnya atau bukan, masih belum tahu," katanya.

Tak hanya menyasar situs Kereta Mbah Gleyor, vandalisme juga terjadi di makam keluarga milik keturunan George Soebandi Badal yang oleh warga setempat lebih dikenal sebagai makam Bandi Soeres. Pagar serta sejumlah ornamen di area makam turut dicoret menggunakan cat berwarna putih, oranye, coklat, dan hijau.

Atas kejadian tersebut, Disparbud Kabupaten Kediri langsung melakukan pendataan kerusakan sekaligus berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk proses penyelidikan. Langkah penanganan juga akan dibahas agar kondisi situs dan makam dapat dipulihkan tanpa mengurangi nilai sejarah yang dimiliki.

"Kami laporkan ke pimpinan. Selain itu kami juga koordinasi dengan pihak kepolisian," pungkas Khudori.

Editor : Andhika Attar Anindita
kediri vandalisme situs sejarah