JP Radar Kediri – BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya kembali mengeluarkan prakiraan tinggi gelombang laut untuk wilayah Jawa Timur yang berlaku 30 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku pelayaran, diimbau tetap waspada karena gelombang di perairan selatan Jawa Timur masih berpotensi mencapai lebih dari 2 meter.
Berdasarkan prakiraan tersebut, perairan selatan yang meliputi Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi diperkirakan mengalami tinggi gelombang berkisar 1,8 hingga 2,2 meter selama periode prakiraan.
Pada beberapa hari, gelombang di wilayah tersebut berpotensi kembali meningkat hingga kisaran 2,15–2,18 meter.
Sementara itu, kondisi di perairan utara Jawa Timur relatif lebih tenang. Tinggi gelombang di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Lamongan, Gresik, hingga Selat Madura umumnya berada pada kisaran 0,4–1,3 meter atau kategori rendah hingga sedang.
Baca Juga: Kemarau Panjang Picu Lonjakan Kebakaran di Kediri, Mayoritas karena Kelalaian Manusia Sendiri
BMKG juga mengingatkan bahwa prakiraan tinggi gelombang dapat berubah apabila terjadi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap.
Keberadaan awan tersebut berpotensi memicu peningkatan kecepatan angin sehingga tinggi gelombang dapat melebihi prakiraan.
Karena itu, nelayan yang menggunakan perahu kecil, operator kapal wisata, hingga pengguna jasa penyeberangan diminta selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut.
Aktivitas di laut sebaiknya ditunda apabila terjadi angin kencang, hujan lebat, maupun tanda-tanda cuaca buruk.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk terus memantau informasi cuaca maritim terbaru sebagai langkah antisipasi, mengingat kondisi atmosfer di musim kemarau masih dapat memicu perubahan cuaca secara cepat di wilayah perairan.
Sumber : Radar Kediri, BMKG