JP Radar Kediri – Kasus kebakaran di Kabupaten Kediri mengalami lonjakan signifikan selama musim kemarau. Data Bidang Pencegahan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kediri mencatat jumlah kejadian kebakaran pada Juli 2026 meningkat hingga 124 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Sepanjang Juni 2026, petugas menangani 37 kejadian kebakaran. Jumlah tersebut terdiri dari delapan kasus pada pekan pertama. Kemudian, 11 kasus pekan kedua. Disusul 10 kasus pekan ketiga. Lalu, delapan kasus pada pekan keempat.
Sementara itu, hingga 26 Juli 2026, jumlah kebakaran telah mencapai 83 kasus. Rinciannya 15 kasus pada pekan pertama, 17 kasus pekan kedua, 23 kasus pekan ketiga, dan 28 kasus pada pekan keempat. Dengan demikian, terjadi kenaikan sebanyak 46 kasus atau sekitar 124 persen dibandingkan total kejadian sepanjang Juni.
Baca Juga: Kandang Ayam Terbakar di Puncu Kediri Api Berasal dari Pembakaran Sampah, Kerugian Capai Rp 8 Juta
Berdasarkan wilayah, Kecamatan Pare menjadi daerah dengan jumlah kebakaran tertinggi selama Juli, yakni 11 kasus. Disusul Kecamatan Banyakan dengan delapan kasus dan Kecamatan Tarokan sebanyak tujuh kasus.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan lonjakan kasus mulai terlihat sejak akhir Juni. Lalu terus meningkat sepanjang Juli seiring masuknya musim kemarau.
“Kalau dari Januari sampai Juli ini paling banyak terjadi mulai akhir Juni, terutama minggu ketiga dan keempat sampai sekarang. Rata-rata hampir tiga kasus setiap hari,” ujar Kaleb.
Baca Juga: Kemarau Panjang Picu Lonjakan Kebakaran di Kediri, Mayoritas karena Kelalaian Manusia Sendiri
Menurut Kaleb, mayoritas kebakaran dipicu aktivitas pembakaran terbuka yang tidak diawasi. Sepanjang Juli tercatat 54 kasus kebakaran disebabkan pembakaran sampah maupun lahan. Meningkat tajam dibandingkan Juni yang hanya 20 kasus.
Selain itu, korsleting listrik menjadi penyebab kedua terbanyak dengan 10 kejadian selama Juli. Dari jenis objek yang terbakar, lahan tebu menduduki peringkat tertinggi dengan 23 kasus. Disusul rumpun bambu sebanyak 17 kasus dan rumah tinggal sebanyak 11 kasus.
Kaleb menjelaskan kondisi cuaca panas dan material yang mengering selama musim kemarau membuat api lebih mudah menyebar. Sehingga sulit dikendalikan. “Yang paling banyak memang kebakaran lahan tebu, sampah, dan rumpun bambu. Apalagi musim kemarau membuat material kering sangat mudah terbakar,” katanya.
Sejak Januari hingga Juli 2026, total terdapat 182 kejadian kebakaran yang ditangani Damkar Kabupaten Kediri. Untuk menekan angka kebakaran, Satpol PP Kabupaten Kediri terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan berbagai instansi terkait. Warga diimbau tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas.
“Pencegahannya terus kami lakukan melalui sosialisasi. Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah saat musim kemarau karena api sangat mudah menjalar,” pungkas Kaleb.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri