JP Radar Kediri - Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Kediri Raya kembali menurun. Berdasarkan hasil pemantauan BMKG pada Rabu (29/7/2026), terdeteksi empat titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang, seluruhnya berada di Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk.
Di Kabupaten Kediri terdapat dua titik panas, masing-masing berada di Kecamatan Ngadiluwih dan Kecamatan Gurah.
Sementara itu, Kabupaten Nganjuk juga mencatat dua titik panas, yakni di Kecamatan Loceret dan Kecamatan Berbek.
Secara rinci, titik panas di Kecamatan Ngadiluwih terdeteksi satelit NOAA-20 pada pukul 01.15 WIB, sedangkan titik panas di Gurah serta dua titik di Nganjuk terpantau satelit SNPP pada pukul 00.55 WIB.
Seluruh titik memiliki tingkat kepercayaan kategori sedang.
Baca Juga: Titik Panas di Kediri Raya Turun Jadi Delapan, Begini Kata BMKG
Sementara itu, Kota Kediri, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Trenggalek tidak terpantau adanya titik panas pada periode pengamatan tersebut.
Meski jumlah hotspot mengalami penurunan dibanding hari-hari sebelumnya, masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah musim kemarau.
BMKG mengingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan di area yang kering dan mudah terbakar.
Pemantauan titik panas dilakukan secara berkala menggunakan satelit untuk mendukung upaya deteksi dini potensi kebakaran hutan dan lahan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Sumber : Radar Kediri, BMKG