Stop Penyaluran MBG di Wilayah Kras, Dampak Insiden Keracunan yang Menimpa Ratusan Siswa

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 05:30 WIB
STOP MBG: Siswa SMPN 1 Kras mengikuti pembelajaran di kelas. Sejak Selasa (28/7) lalu, ratusan siswa di sana sudah tidak menerima paket makan bergizi gratis (MBG) karena SPPG Purwodadi di-suspend.

 
STOP MBG: Siswa SMPN 1 Kras mengikuti pembelajaran di kelas. Sejak Selasa (28/7) lalu, ratusan siswa di sana sudah tidak menerima paket makan bergizi gratis (MBG) karena SPPG Purwodadi di-suspend.  

JP Radar Kediri–Setelah insiden keracunan makanan pada Kamis (23/7) dan Jumat (24/7) lalu, distribusi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa sekolah di Kecamatan Kras dihentikan. 

Termasuk di antaranya SMPN 1 Kras yang belum mengajukan pengiriman makanan karena siswa masih trauma.

Sekolah memilih menunggu kondisi psikologis anak-anak pulih lebih dulu, sebelum mengajukan paket makanan lagi.

Kepala SMPN 1 Kras Soedjito mengatakan, sejak Selasa (28/7) lalu sekolahnya tidak lagi menerima MBG.

Salah satu penyebabnya, karena SPPG Purwodadi, yang jadi penyedia MBG sekolah itu di-suspend.

“Di-suspend sehingga berhenti (operasional) tidak memberi MBG,” ungkapnya ditemui di sekolah kemarin.

Pascainsiden keracunan yang menimpa 117 siswa di SMPN 1 Kras, Soedjito mengaku terus memonitor kondisi siswa.

Baca Juga: Satgas MBG Investigasi Dugaan Keracunan di Kras, Ambil Sampel untuk Uji Lab dan Minta Ini kepada SPPG

Terutama mereka yang sebelumnya mengeluh mual, pusing, muntah, dan mencret. 

Tidak hanya memantau kondisi fisiknya, para guru juga memeriksa kondisi psikologi siswa.

“Ini tadi (29/7) saya juga keliling ke kelas-kelas untuk lihat kondisi anak. Saya tanyai katanya masih trauma. Walaupun belum dipastikan penyebabnya apa, tapi ketika mereka saya tanyai, katanya masih trauma,” lanjutnya.

Untuk diketahui, sekitar 900 siswa SMPN 1 Kras kali terakhir menerima paket MBG pada Senin (27/7) lalu.

Kala itu, banyak siswa yang tidak mengambil menu makanan. Yang telanjur mengambil pun tidak menghabiskan paket yang mereka terima.

Para siswa mengaku takut mengonsumsi makanan dan khawatir akan mengalami keracunan lagi. 

“Kemarin Senin pas disuruh ambil MBG itu ketua kelasnya banyak yang ragu-ragu dan tidak datang untuk ambil,” tuturnya.

Karenanya, meski sekolah bisa mengajukan untuk pindah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), Soedjito mengaku baru akan menyampaikan ke koordinator wilayah setelah rasa trauma anak-anak teratasi. 

“Masih menunggu koordinasi dengan korcam. Trauma anak-anak biar agak berkurang dulu,” jelasnya. 

Baca Juga: 211 Siswa di Kras Keracunan MBG Keluhkan Mual dan Mencret setelah Menyantap Telur Bumbu, Satgas Kabupaten Kediri Langsung Suspend

Sedikitnya ada enam sekolah yang siswanya mengalami keracunan. Di antaranya, enam siswa SDN Purwodadi 1. 

Seperti SMPN 1 Kras, mereka juga belum menerima paket MBG.

“Masih belum menerima. Tapi hasil koordinasi kami dengan wali murid (minta) kembali ke SPPG Nyawangan 2,” jelas Kepala SDN Purwodadi 1 Kras Sutinah. 

Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Kabupaten Kediri Achmad Faiz mengatakan, beberapa madrasah yang siswanya mengalami keracunan juga belum menerima kembali paket MBG.

Yakni, MI Barokah At Tahdzib dan MI Darul Huda. “Masih menunggu koordinasi dengan korwilnya,” jelas Faiz.

Seperti diberitakan, berdasar pendataan Satgas MBG Kabupaten Kediri, sedikitnya ada 211 anak yang mengalami keracunan  makanan pada Kamis dan Jumat lalu.

Sebagian bahkan masih merasakan keluhan hingga Senin (27/7) lalu. Mereka berasal dari sejumlah sekolah yang dilayani oleh SPPG Purwodadi. Baik SD, MI, dan SMP.

Baca Juga: Ratusan Siswa SMPN 1 Kras Mual dan Muntah setelah santap Menu MBG, Begini Kata SPPG-nya  

Ratusan siswa itu mengeluhkan mual, muntah, mencret, dan pusing.

Selama proses penyelidikan penyebab keracunan, SPPG Purwodadi dinyatakan di-suspend atau ditangguhkan operasionalnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin mengatakan, secara umum, semua siswa sudah dalam kondisi baik.

Mayoritas sudah masuk. Namun, dari pendataan sementara, satu siswa masih dilakukan perawatan.

Hari ini siswa SMPN 1 Kras sudah masuk semua. Tinggal satu anak yang dirawat di PKU Muhamadiyah, infonya hari ini (29/7) bisa pulang,” tandasnya. 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
keracuan mbg suspend SPPG