JP Radar Kediri – Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Kediri, Senin (28/7) hingga Selasa (29/7).
Berdasarkan pembaruan citra radar BMKG Stasiun Meteorologi Dhoho Kediri sekitar pukul 16.30 WIB, hujan terpantau terjadi di Kecamatan Kepung, Puncu, Pare, Plemahan, dan Kayen Kidul.
Meski hujan turun di tengah musim kemarau, BMKG menegaskan kondisi tersebut bukan pertanda musim kemarau akan segera berakhir.
Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik BMKG Dhoho Kediri, Satria Krida Nugraha, menjelaskan bahwa berdasarkan prakiraan, musim kemarau masih akan berlanjut hingga Agustus.
Menurutnya, hujan yang terjadi saat ini merupakan fenomena yang masih tergolong wajar.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby yang sedang aktif di wilayah Indonesia.
"Prediksinya Agustus masih lanjut kemarau. Kondisi seperti ini wajar ketika ada gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby yang aktif. Namun, efeknya pada musim kemarau seperti sekarang umumnya hanya memicu hujan yang bersifat lokal, cakupan wilayahnya tidak luas, dan durasinya relatif singkat," jelas Satria.
Baca Juga: Fenomena Angin Kencang Jelang Puncak Kemarau, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Risiko Kebakaran dan Penerbangan
BMKG menjelaskan, gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby merupakan gangguan di atmosfer tropis yang mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
Namun pada musim kemarau, pengaruhnya umumnya tidak cukup kuat untuk memicu hujan secara merata di wilayah yang luas.
Akibatnya, hujan yang muncul cenderung hanya terjadi di beberapa daerah dengan durasi singkat.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak menganggap hujan yang turun beberapa hari terakhir sebagai tanda berakhirnya musim kemarau.
Warga tetap diminta mewaspadai potensi cuaca berubah secara cepat pada sore hingga malam hari serta terus memantau informasi cuaca terbaru yang dikeluarkan BMKG.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri, BMKG