Bandara Dhoho Siapkan Alur Pelayanan Jemaah, Matangkan Persiapan Operasional Embarkasi Haji

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 23:20 WIB
Saat tim dari manajemen Bandara Dhoho Kediri sedang lakukan studi tiru di Bandara YIA. (Foto Asad MS)
Saat tim dari manajemen Bandara Dhoho Kediri sedang lakukan studi tiru di Bandara YIA. (Foto Asad MS)

 JP Radar Kediri–Bandara Dhoho mematangkan persiapan operasional embarkasi haji.

 Setelah melakukan studi tiru ke Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo (24/7), mereka menindaklanjuti dengan membuat alur pelayanan jemaah.

Konsepnya dibuat sama dengan yang sudah dilaksanakan di Jogjakarta.

General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Dhoho Kediri Rahmat Yoni Saputra mengatakan, hasil studi tiru jadi acuan penyusunan konsep pelayanan embarkasi haji.

Persiapan tidak hanya menyangkut fasilitas. Melainkan juga sistem pelayanan yang terintegrasi. Yakni sejak jemaah tiba di bandara hingga diberangkatkan ke Tanah Suci.

Konsep yang disiapkan meliputi alur pelayanan jemaah mulai dari hotel sampai ke bandara.

Selanjutnya, pengelolaan bagasi kabin maupun bagasi tercatat, penentuan titik pemeriksaan keamanan dan jalur steril. Serta penyusunan SOP penyelenggaraan embarkasi haji.

Baca Juga: Pelajari Alur Keberangkatan Jemaah di Embarkasi Jogjakarta, Pemkab Matangkan Skema Embarkasi Dhoho: Begini Hasilnya

Seluruh tahapan tersebut menurut Rahmat akan segera disusun agar pelayanan dapat berjalan efektif.

Sekaligus memenuhi standar keamanan penerbangan. “Dari sisi infrastruktur, pada prinsipnya Bandara Dhoho sudah siap,” kata Rahmat.

Sebab, bandara di barat Sungai Brantas itu dibangun dengan spesifikasi yang mampu melayani operasional pesawat berbadan lebar.

Selain itu, fasilitas keamanan penerbangan juga telah memenuhi standar pelayanan bandar udara internasional.

Meski demikian, menurut Rahmat hasil studi tiru tetap jadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan fasilitas khusus embarkasi haji.

Di antaranya, meliputi jalur pelayanan khusus jemaah, ruang tunggu, apron dan parking stand, akses bus jemaah, hingga ruang-ruang pendukung lainnya.

"Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi dasar penyempurnaan apabila memang diperlukan sehingga seluruh layanan embarkasi dapat berjalan optimal," jelasnya terkait instalasi yang akan disiapkan untuk menunjang embarkasi haji.

Baca Juga: Simulasi Jadi Kunci Sukses Embarkasi Dhoho: Pemkab Kediri Belajar dari Jogjakarta, Uji Alur Hotel hingga Bandara

Selain infrastruktur, menurut Rahmat kesiapan SDM juga menjadi perhatian. Bandara Dhoho berencana meningkatkan kompetensi personel melalui berbagai pelatihan.

 Mulai pelayanan jemaah haji, penanganan jemaah berkebutuhan khusus, hingga simulasi menghadapi kondisi darurat.

“Kesiapan sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan penyelenggaraan embarkasi haji. Oleh karena itu, fokus kami saat ini adalah meningkatkan kompetensi personel melalui rencana pengembangan SDM,” jelasnya.

Apakah Bandara Dhoho akan melakukan penambahan personel? Rahmat menyebut pihaknya masih akan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

 Alasannya, penyelenggaraan embarkasi haji melibatkan banyak instansi. Mulai operator bandara, maskapai, otoritas keamanan, hingga penyelenggara ibadah haji.

“Hal tersebut (penambahan personel) akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan hasil koordinasi bersama para pemangku kepentingan,” tegasnya. 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
studi tiru bandara YIA bandara dhoho kediri embarkasi haji