JP Radar Kediri- Persiapan musim haji 2027 yang dimulai lebih awal dari biasanya membawa kabar baik bagi calon jemaah haji (CJH).
Salah satunya dari aspek kesiapan kesehatan yang bisa dimatangkan jauh-jauh hari. Sebab berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, ada beberapa kondisi kesehatan yang paling sering menjegal CJH.
Mayoritas gangguan kesehatan ini dipicu oleh gaya hidup dan sangat bisa dicegah.
Informasi kesehatan untuk calon jemaah musim haji 2027 juga sudah mulai diberikan. Termasuk di antaranya menekankan CJH agar mempersiapkan kondisi kesehatannya, baik fisik maupun mental.
Baca Juga: Belajar ke Yogyakarta, Pemkab Kediri Matangkan Persiapan Embarkasi Haji Dhoho
“Mulai sekarang kita imbau untuk berperilaku hidup sehat, istirahatnya diperhatikan, pola makannya diatur, olahraga, dan sebagainya,” ajak Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Supriyanto. Harapannya dengan menjaga kesehatan nanti bisa istitaah dan berangkat ke Tanah Suci.
Itu karena, mayoritas faktor penyebab jemaah gagal istitaah dan tidak bisa menunaikan ibadah haji adalah karena gangguan penyakit tidak menular.
Di antaranya seperti hipertensi dan diabetes yang justru banyak dipicu perilaku hidup sehari-hari.
“Karena kan banyak jemaah yang sudah lansia, umurnya di atas 60 tahun, jadi risiko tingginya itu banyak yang hipertensi, diabetes, stroke, itu yang paling banyak. Terkadang mental juga ada yang masih kurang siap menunaikan ibadah haji,” ungkap Hendik.
Baca Juga: 329 Orang Masuk Panggilan Pertama CJH Kota Kediri Musim Haji 2027, Enam Orang Sudah Meninggal
Untuk itu, dengan tahapan yang dimulai lebih awal, menurutnya CJH juga bisa mempersiapkan dirinya lebih awal. Sebelum nantinya CJH mulai mengikuti jadwal pemeriksaan yang jadwalnya masih menunggu arahan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Seperti diberitakan, tahapan musim haji 2027 sudah dimulai, bahkan selang beberapa minggu saja sejak rombongan haji 2026 terakhir tiba di Indonesia.
Mengawali tahapan itu, sebanyak 329 orang sudah masuk daftar panggilan pertama dan telah mengikuti pengarahan dari Kantor Kemenhaj Kota Kediri, 21 Juli lalu.
Dari ratusan nama yang masuk daftar itu, sedikitnya sudah ada enam orang yang gagal berangkat karena sudah meninggal dunia. (ais/tar)
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri