JP Radar Kediri – Berdasarkan laporan harian Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Kelud periode 27 Juli 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, kondisi cuaca di kawasan Gunung Kelud didominasi cerah hingga berawan.
Angin bertiup lemah ke arah selatan dan barat daya dengan suhu udara berkisar 18–30 derajat Celsius serta kelembapan udara 54–66 persen.
Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis pada level 0-II.
Pengamatan tidak menunjukkan adanya embusan asap dari kawah. Sementara itu, melalui kamera CCTV, visual danau kawah sempat tertutup kabut.
Sementara itu, suhu air danau kawah masih terpantau 28,44 derajat Celsius, menunjukkan tidak ada perubahan signifikan pada kondisi permukaan danau.
Dari aspek kegempaan, petugas mencatat dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 2–3 milimeter, nilai S-P 23,8–24,65 detik, dan durasi 64–90 detik.
Gempa tektonik jauh merupakan gempa yang sumbernya berada cukup jauh dari Gunung Kelud dan umumnya berkaitan dengan aktivitas tektonik regional, bukan aktivitas magma di dalam gunung api.
Karena itu, kejadian tersebut tidak mengindikasikan peningkatan aktivitas vulkanik Kelud.
Karenanya, Aktivitas Gunung Kelud masih terpantau normal. Selama periode pengamatan, status gunung yang berada di wilayah Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang tersebut tetap berada pada Level I (Normal).
Hingga saat ini belum terdapat tanda-tanda peningkatan aktivitas yang mengarah pada perubahan status gunung api.
PVMBG pun belum mengeluarkan perubahan rekomendasi bagi masyarakat.
Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan tetap diminta tidak mendekati area kawah dalam radius 1 kilometer.
Selain itu, warga dan penambang juga diimbau mewaspadai potensi lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Kelud, terutama apabila terjadi hujan di kawasan puncak.
PVMBG mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait aktivitas Gunung Kelud.
Sumber : Radar Kediri