JP Radar Kediri – Sejumlah paguyuban pedagang di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) merespon munculnya polemik Festival Kuno Kini.
Mereka menilai festival tahunan tersebut sangat menguntungkan. Sebab, bisa mendongkrak omzet penjualan serta meningkatkan kunjungan masyarakat ke kawasan tersebut.
Alasan itu yang membuat mereka mendukung pelaksanaan Festival Kuno Kini. Serta meminta digelar rapat dengar pendapat (RDP). Agar suara mereka bisa menjadi salah satu masukan bagi DPRD Kabupaten Kediri.
“Kami mengirim surat untuk rapat dengar pendapat terkait (Festival) Kuno Kini yang kemarin dipermasalahkan. Padahal kami sebagai pedagang CFD (car free day, Red) yang setiap minggu berjualan di Taman Hijau SLG tidak keberatan sama sekali,” kata Ketua Pengurus Paguyuban Pedagang CFD SLG Lukman Hakim, ditemui di gedung DPRD kemarin (27/7).
Sebelumnya, beberapa LSM juga telah meminta RDP. Bedanya, mereka mempertanyakan pelaksanaan Festival Kuno Kini yang digelar pada 14–24 Mei lalu.
Para LSM itu menganggap festival tersebut tidak berpihak kepada pedagang yang selama ini berjualan di kawasan SLG.
Anggapan itu ditepis oleh Lukman. Menurutnya, sebagian besar pedagang justru tidak merasa dirugikan dengan adanya festival tersebut. Bahkan banyak pedagang CFD yang turut berpartisipasi sebagai tenant selama acara berlangsung.
Menurut Lukman, dari sekitar 229 pedagang CFD yang tergabung dalam paguyuban, sekitar 50 hingga 60 pedagang ikut membuka stan dalam Festival Kuno Kini.
Baca Juga: Menakar Nalar Kritis LSM; Yang Menyoal Festival Kuno-Kini
Meski harus membayar biaya tenant, para pedagang tetap memperoleh keuntungan dari tingginya jumlah pengunjung.
“Alhamdulillah pedagang kami fine-fine saja. Tidak ada masalah dan profitnya juga bisa menopang usaha mereka,” katanya.
Ia berharap Festival Kuno Kini tidak hanya dipertahankan. Melainkan juga diperbesar pada pelaksanaan berikutnya. Agar lebih banyak pedagang dapat terlibat.
“Kalau bisa malah diperluas supaya semua pedagang bisa masuk,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Koordinator Pedagang CFD Ariga. Menurutnya, mayoritas pedagang yang mengikuti festival memperoleh omzet yang jauh lebih besar dibanding biaya sewa stan yang dibayarkan kepada penyelenggara.
“Hampir 80 persen pedagang yang ikut diuntungkan. Kalau ada yang belum bisa masuk lebih karena keterbatasan tempat dan kuota,” ujarnya.
Baca Juga: Empat LSM Mempersoalkan Festival Kuno Kini
Sementara itu, Koordinator Pedagang CFD Nonkuliner Titin Rose menilai Festival Kuno Kini merupakan salah satu event yang paling efektif mendatangkan pembeli ke kawasan SLG.
Menurutnya, tingginya promosi dan antusiasme pengunjung membuat pelaku UMKM memperoleh keuntungan yang signifikan.
“Ini event yang benar-benar mendatangkan pembeli dan menghasilkan omzet besar. Walaupun bayar tenant, hasilnya berkali-kali lipat,” katanya.
Titin yang telah dua kali mengikuti Festival Kuno Kini mengaku sempat ragu mengikuti acara berbayar. Namun setelah merasakan langsung dampaknya terhadap penjualan, ia berharap festival tersebut terus digelar setiap tahun.
Baca Juga: Bulog Kediri Apresiasi Festival Kuno Kini 2026, Jadi Ruang Edukasi Pangan untuk Masyarakat
“Harapan saya jangan sampai Kuno Kini berhenti. Ini kesempatan berdagang yang sangat besar bagi UMKM di Kediri,” pungkasnya. (na/fud)
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri