JP Radar Kediri - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 28–29 Juli 2026.
Meski tidak ada potensi hujan sedang hingga ekstrem maupun hujan disertai petir, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang, terutama di Kabupaten Nganjuk pada 28 Juli.
Berdasarkan prakiraan BMKG, kategori Waspada, Siaga, dan Awas untuk potensi hujan tercatat nihil pada 28 maupun 29 Juli.
Ancaman hujan petir juga tidak terdeteksi. Namun, kondisi berbeda terjadi untuk potensi angin kencang yang diprakirakan berpeluang terjadi di wilayah Kabupaten Nganjuk pada Senin (28/7).
Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena angin kencang pada musim kemarau dapat muncul secara tiba-tiba, terutama setelah cuaca panas pada siang hari.
Fenomena ini berpotensi menyebabkan pohon tumbang, baliho roboh, hingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Baca Juga: Sehari Damkar Kabupaten Kediri Tangani 11 Kebakaran: Mayoritas Dipicu Kelalaian Manusia, Warga Diminta Lebih Waspada Saat Kemarau
Sementara itu, untuk Selasa (29/7), BMKG tidak mendeteksi adanya potensi cuaca signifikan di wilayah Kediri Raya.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta memantau perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.
Selain mewaspadai angin kencang, BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan dampak musim kemarau, seperti meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan, penggunaan air bersih secara bijak, serta menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.
BMKG mengimbau masyarakat memperoleh informasi cuaca terbaru melalui aplikasi Info BMKG, media sosial resmi BMKG Kediri, maupun kanal informasi resmi BMKG agar dapat mengantisipasi potensi cuaca yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Sumber : Radar Kediri, BMKG