JP Radar Kediri – Potensi cuaca ekstrem di wilayah Kediri Raya masih relatif rendah dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan peringatan dini cuaca tiga harian yang dirilis Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri, ancaman hujan lebat, hujan sangat lebat, hujan ekstrem maupun hujan disertai petir masih nihil hingga Senin (28/7).
Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi angin kencang yang masih berpeluang terjadi.
BMKG mencatat, Minggu (27/7) potensi angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah Kabupaten Nganjuk.
Sementara wilayah Kota dan Kabupaten Kediri, Kota dan Kabupaten Blitar, Tulungagung, serta Trenggalek tidak lagi masuk dalam daftar wilayah berpotensi terdampak angin kencang seperti pada hari-hari sebelumnya.
Kondisi cuaca diperkirakan semakin kondusif pada Senin (28/7).
BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini untuk hujan sedang hingga lebat, hujan sangat lebat, hujan ekstrem, hujan petir maupun angin kencang di seluruh wilayah yang berada dalam cakupan Stasiun Meteorologi Dhoho Kediri.
Walaupun demikian, masyarakat diminta tidak lengah. BMKG mengingatkan bahwa pada musim kemarau masih terdapat potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan, angin kencang, hingga puting beliung yang dapat muncul secara tiba-tiba setelah cuaca panas pada siang hari.
Karena itu, masyarakat diimbau tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca terbaru.
Baca Juga: Fenomena Angin Kencang Jelang Puncak Kemarau, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Risiko Kebakaran dan Penerbangan
Selain mewaspadai potensi cuaca ekstrem lokal, masyarakat juga diimbau menghemat penggunaan air dan mengamankan cadangan air selama musim kemarau.
Warga juga disarankan menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi, menggunakan masker saat kondisi berdebu, serta memakai pelindung seperti tabir surya ketika beraktivitas di luar ruangan.
BMKG mengimbau masyarakat terus memantau informasi resmi melalui kanal BMKG agar dapat mengantisipasi apabila terjadi perubahan kondisi cuaca secara cepat.
Dengan pemantauan berkala, potensi dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan sejak dini.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri, BMKG