JP Radar Kediri – Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Kediri Raya kembali meningkat.
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG pada Sabtu (25/7), terdeteksi puluhan titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten.
Kabupaten Nganjuk menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak.
Data BMKG mencatat, terdapat 52 titik panas di Kediri Raya. Rinciannya, Kabupaten Nganjuk sebanyak 30 titik, Kabupaten Blitar 12 titik, Kabupaten Kediri sembilan titik, dan Kabupaten Tulungagung satu titik.
Sementara Kota Kediri, Kota Blitar, dan Kabupaten Trenggalek tidak terdeteksi adanya titik panas.
Sejumlah titik panas tersebut terdeteksi oleh satelit SNPP maupun NOAA-20 dengan tingkat kepercayaan sedang.
Di Kabupaten Kediri, salah satu hotspot terpantau di koordinat -7.7146, 111.9720 pada pukul 00.39 WIB.
Di Kabupaten Blitar, titik panas terpantau di koordinat -8.2122, 112.2747 pukul 13.14 WIB, sedangkan di Kabupaten Nganjuk berada di koordinat -7.6409, 111.8188 pada pukul 13.14 WIB.
Satu titik panas di Tulungagung terpantau pada koordinat -8.0661, 111.7995 pukul 00.58 WIB.
Baca Juga: Kemarau Panjang Picu Lonjakan Kebakaran di Kediri, Mayoritas karena Kelalaian Manusia Sendiri
BMKG menjelaskan, titik panas atau hotspot merupakan area di permukaan bumi yang terdeteksi memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan lingkungan sekitarnya berdasarkan pantauan satelit.
Keberadaan hotspot bukan berarti telah dipastikan terjadi kebakaran hutan maupun lahan, tetapi menjadi indikator awal yang memerlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan.
Kemunculan titik panas umumnya dipengaruhi kondisi cuaca kering saat musim kemarau, aktivitas pembukaan lahan, maupun faktor lainnya yang menyebabkan peningkatan suhu permukaan.
Karena itu, data hotspot dimanfaatkan sebagai sistem peringatan dini untuk membantu pemerintah dan instansi terkait melakukan pemantauan serta langkah antisipasi sebelum kebakaran meluas.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang vegetasinya mulai mengering.
Selain itu, warga diminta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri, BMKG