JP Radar Kediri – Aktivitas Gunung Kelud masih terpantau stabil. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Kelud periode pengamatan Sabtu (25/7), gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang itu masih berstatus Level I atau Normal.
Selama 24 jam pengamatan tidak ditemukan aktivitas vulkanik yang mengarah pada peningkatan status.
Kondisi cuaca di kawasan puncak didominasi cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat daya, barat, dan barat laut.
Suhu udara berkisar 17,5 hingga 29 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 50 sampai 63 persen.
Secara visual, puncak Gunung Kelud terlihat jelas sepanjang pengamatan. Asap kawah tidak teramati keluar dari kawah.
Melalui kamera CCTV, kondisi danau kawah juga tampak jelas dengan warna air tetap hijau. Bualan air di tengah danau masih terlihat samar, sementara suhu air danau kawah tercatat 28,53 derajat Celsius, sedikit lebih rendah dibanding hari sebelumnya.
Aktivitas kegempaan juga masih rendah. Selama periode pengamatan hanya terekam satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10 milimeter, selisih waktu gelombang S-P 19,63 detik, dan durasi 50 detik.Baca Juga: Gempa Tektonik Bertambah dan Suhu Danau Kawah Terus Menurun, Ada Apa? Begini Status Gunung Kelud
Tidak tercatat adanya gempa vulkanik maupun aktivitas lain yang mengindikasikan peningkatan tekanan magma di bawah permukaan.
Meski demikian, masyarakat dan wisatawan tetap diminta mematuhi rekomendasi PVMBG. Pengunjung dilarang mendekati kawah Gunung Kelud dalam radius satu kilometer dari bibir kawah.
Selain itu, masyarakat maupun penambang juga diminta tetap mewaspadai potensi lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Kelud, terutama apabila terjadi hujan di kawasan gunung.
Status Gunung Kelud hingga kini masih berada pada Level I (Normal), sehingga aktivitas masyarakat di luar zona rekomendasi tetap dapat berlangsung seperti biasa dengan tetap memperhatikan informasi resmi dari PVMBG.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri