JP Radar Kediri – Persiapan Embarkasi Dhoho tak cukup hanya membangun infrastruktur dan menyiapkan hotel haji.
Simulasi operasional dinilai menjadi tahapan krusial sebelum layanan pemberangkatan jemaah benar-benar dijalankan.
Hal itu menjadi salah satu pelajaran yang dipetik Pemerintah Kabupaten Kediri saat melakukan studi tiru ke Embarkasi Haji Jogjakarta berbasis hotel, Jumat (24/7).
Untuk diketahui, rombongan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Moh. Solikin bersama jajaran pemkab, Kementerian Haji Kabupaten Kediri, dan Kanwil Kementerian Haji Jawa Timur.
Selain berdiskusi di Kanwil Kementerian Haji DIY, rombongan juga meninjau Hotel Ibis Kulonprogo. Hotel swasta yang dijadikan sebagai tempat pelayanan transit jemaah.
Selain itu, rombongan juga melakukan tinjauan ke Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo untuk melihat langsung alur pelayanan jemaah.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj Jogjakarta Silvia Rosetti mengatakan, selain melakukan penyiapan fasilitas, pihaknya juga melakukan simulasi.
Bahkan, dalam simulasi juga menghadirkan jemaah agar bisa benar-benar mengetahui alur keberangkatan.
EmbarkasiBaca Juga: Belajar ke Yogyakarta, Pemkab Kediri Matangkan Persiapan Embarkasi Haji Dhoho
Termasuk mengenai berapa lama waktu yang diperlukan dalam melayani kelompok terbang (kloter) yang akan diberangkatkan dan pulang dari tanah suci.
“Biar mengetahui secara akurat. Karena setiap menit, setiap detiknya alur pelayanan itu harus rinci,” jelasnya.
Silvi mengatakan, salah satu pengujian adalah untuk melihat apakah mampu menampung seluruh fungsi pelayanan yang selama ini dilakukan di asrama haji.
Mulai dari pola kedatangan bus, ruang penerimaan jemaah, fasilitas kamar, pelayanan konsumsi, sampai ruang pelayanan kesehatan.
Seluruh ruangan tersebut kemudian disusun mengikuti konsep one stop service (OSS).
Artinya, jemaah cukup datang ke hotel dan seluruh tahapan administrasi hingga pemeriksaan selesai dilakukan di satu lokasi sebelum menuju bandara.
“Dari hotel semua layanan diselesaikan. Setelah itu jemaah tinggal naik bus menuju bandara dan langsung masuk pesawat,” jelasnya.
Simulasi juga dilakukan untuk proses kepulangan jemaah. Skema kedatangan dibuat lebih efisien. Setelah pesawat mendarat, jemaah tidak kembali ke hotel.
Sebelum pesawat mendarat, ketua kloter mengumpulkan seluruh paspor sehingga proses pemeriksaan imigrasi dapat dipercepat.
Selanjutnya jemaah diarahkan menuju ruang yang disediakan Angkasa Pura. Di lokasi tersebut dilakukan pemeriksaan akhir, penyelesaian dokumen, hingga pengaturan rombongan sebelum naik bus menuju daerah asal masing-masing.
Sehingga tidak terjadi penumpukan jemaah di terminal kedatangan. “Simulasi juga dimanfaatkan untuk menguji kesiapan seluruh pemangku kepentingan. Tidak hanya Kementerian Haji, tetapi juga Angkasa Pura, imigrasi, bea cukai, karantina kesehatan, kepolisian, TNI, pengelola hotel hingga pemerintah daerah. Masing-masing instansi menjalankan peran sesuai tugasnya sehingga koordinasi antarlembaga dapat dievaluasi sebelum operasional sebenarnya dimulai,” ujarnya.
Menurut Silvi, keberhasilan embarkasi berbasis hotel bukan semata karena fasilitas yang dimiliki. Melainkan seluruh prosedur telah berkali-kali diuji melalui simulasi.
Hasil studi tiru tersebut juga menjadi dasar Pemkab Kediri mulai menyiapkan tahapan simulasi sebelum Embarkasi Dhoho dioperasikan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Moh. Solikin mengatakan, pelaksanaan embarkasi tidak cukup hanya menyusun konsep.
Juga harus melalui simulasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. “Berarti tugas kami di kabupaten menyiapkan semuanya, mulai dari alur dari bandara sampai hotel. Paling tidak harus dipersiapkan dua kali simulasi sebelum operasional,” ujarnya. (sad/fud)
Editor : MahfudSumber : Radar Kediri