BMKG Deteksi 30 Titik Panas di Kediri Raya: Paling Banyak ada di Nganjuk, Bagaimana Daerah Lainnya?

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:46 WIB
Ilustrasi kebakaran hutan. (Gambar ilustrasi Ai)
Ilustrasi kebakaran hutan. (Gambar ilustrasi Ai)

 

JP Radar Kediri Musim kemarau mulai mendekati puncaknya. Bahkan kemunculan titik panas di wilayah Kediri Raya mulai meninngkat.

 

 Berdasarkan hasil pemantauan BMKG pada Jumat (24/7), terdeteksi 30 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Jumlah terbanyak berada di Kabupaten Nganjuk dengan 16 titik panas.

 

Untuk diketahui, titik panas merupakan lokasi di permukaan bumi yang terdeteksi satelit memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan area sekitarnya.

 

Adanya itik panas sendiri bukan berarti pasti terjadi kebakaran hutan atau lahan.

Baca Juga: Kemarau Panjang Picu Lonjakan Kebakaran di Kediri, Mayoritas karena Kelalaian Manusia Sendiri

 Sebab, titik panas hanya menjadi indikator awal adanya sumber panas yang perlu diverifikasi lebih lanjut melalui pengecekan lapangan.

 

Sumber panas tersebut bisa berasal dari kebakaran vegetasi, pembakaran lahan, aktivitas industri, maupun pantulan panas dari permukaan tertentu.

 

Selain Nganjuk, Kabupaten Blitar tercatat memiliki delapan titik panas. Disusul Kabupaten Kediri sebanyak tiga titik dan Kota Kediri dua titik.

 

 Sementara Kabupaten Tulungagung terpantau satu titik panas. Adapun Kota Blitar dan Kabupaten Trenggalek tidak terdeteksi adanya titik panas pada periode pengamatan tersebut.

 

Dari data BMKG, beberapa titik panas memiliki tingkat kepercayaan berbeda-beda. Di Kabupaten Blitar misalnya, satu titik panas terpantau memiliki tingkat kepercayaan tinggi pada koordinat -8.1957, 112.2932 yang terdeteksi Satelit AQUA pukul 15.05 WIB.

 

Sementara di Kabupaten Kediri, satu titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang terdeteksi Satelit NOAA-20 pada koordinat -7.9296, 112.1406 pukul 01.15 WIB.

 

Di Kabupaten Nganjuk, salah satu titik panas berstatus tingkat kepercayaan sedang terpantau Satelit SNPP pada koordinat -7.4689, 111.8706 pukul 13.33 WIB.

 

Sedangkan di Kabupaten Tulungagung, satu titik panas tingkat kepercayaan sedang terekam Satelit AQUA pada koordinat -8.0314, 111.8326 pukul 15.05 WIB.

 

Meningkatnya jumlah hotspot sejalan dengan kondisi musim kemarau yang menyebabkan vegetasi lebih kering dan mudah terbakar.

 

Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area hutan dan lahan kering. Langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meluas saat angin bertiup kencang.

 

BMKG juga mengingatkan bahwa informasi titik panas merupakan sistem peringatan dini. Setiap titik yang terdeteksi tetap memerlukan verifikasi oleh instansi terkait sebelum dapat dipastikan sebagai lokasi kebakaran.

 

Dengan demikian, data hotspot lebih tepat digunakan sebagai dasar kewaspadaan dan pemantauan, bukan sebagai kepastian telah terjadi kebakaran.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri, BMKG
titik panas BMKG kemarau kebakaran