Waspada Gelombang Selatan Jatim Tinggi pada 26-30 Juli 2026, Berpotensi Diterjang Ombak 2,6 Meter, Begini Penjelasan BMKLG

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:45 WIB
Ilustrasi ombak tinggi. (Ilustrasi AI)
Ilustrasi ombak tinggi. (Ilustrasi AI)

JP Radar Kediri – Nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di perairan selatan Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya memprakirakan gelombang laut setinggi 2,0 hingga lebih dari 2,5 meter masih berpotensi terjadi selama lima hari ke depan, mulai 26 hingga 30 Juli.

Wilayah yang diperkirakan mengalami gelombang tertinggi berada di perairan selatan Jawa Timur. Meliputi perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi. Pada periode tersebut, tinggi gelombang berkisar antara 2,04 meter hingga mencapai 2,65 meter.

Gelombang tertinggi diprakirakan terjadi di Perairan Pacitan pada 27 Juli dengan ketinggian mencapai 2,34-2,65 meter.

Sementara itu, Perairan Trenggalek diperkirakan mencapai 2,30-2,64 meter, Tulungagung 2,31-2,63 meter, Blitar 2,30-2,60 meter, dan Malang hingga 2,54 meter. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di perairan Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

BMKG juga memprakirakan gelombang kategori sedang hingga tinggi masih berpeluang terjadi di sejumlah perairan utara Jawa Timur.

Baca Juga: Angin Kencang Berpotensi Terjang Kediri, Nganjuk, Blitar Tulungagung Sekitarnya Beberapa Hari Terakhir, Begini Prediksi BMKG

 Di antaranya Perairan Masalembo, Bawean bagian utara dan selatan, Kepulauan Kangean, serta Selat Bali bagian utara dengan tinggi gelombang berkisar 1,2 hingga 1,6 meter.

BMKG menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi pola angin di wilayah perairan Jawa Timur. Selain itu, keberadaan awan cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap berpotensi meningkatkan kecepatan angin sekaligus tinggi gelombang secara tiba-tiba di sejumlah wilayah perairan.

Karena itu, BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, hingga masyarakat yang beraktivitas di laut agar memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim.

Risiko keselamatan pelayaran akan meningkat apabila kecepatan angin mencapai 15 knot disertai tinggi gelombang 1,25 meter untuk perahu nelayan. Sementara kapal tongkang berisiko apabila angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.

Masyarakat juga diminta menunda aktivitas melaut apabila kondisi cuaca memburuk. Terutama di kawasan perairan selatan Jawa Timur yang diprakirakan masih menjadi wilayah dengan potensi gelombang paling tinggi hingga akhir Juli.

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri, BMKG
ombak tinggi BMKG cuaca laut selatan nelayan