JP Radar Kediri – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus melakukan pengembangan Museum Sri Aji Jayabaya. Sebelumnya, pemkab telah menyelesaikan tahap pertama penataan. Lalu, akhir tahun ini museum kebanggaan warga Bumi Panjalu tersebut akan memasuki tahap kedua.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi mengatakan, proses revitalisasi museum dilakukan secara bertahap. Tujuannya agar mampu menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap bagi pengunjung.
“Museum ini masih tahap pengembangan. Tahun berikutnya akan terus kami update. Akhir tahun ini juga ada pengembangan tahap berikutnya,” ujar Mustika.
Menurutnya pada tahap pertama pihaknya telah melakukan penataan koleksi arkeologika. Selanjutnya, pengembangan tahap kedua akan difokuskan pada pembangunan ruang transisi. Nantinya akan menghubungkan koleksi arkeologika dengan etnografika.
Baca Juga: Pemkab Kediri Hadirkan Museum Passport, Upaya Tarik Minat dari Generasi Muda
“Ini menyambung dari arkeologika yang sudah kami aktualisasikan pada tahap pertama. Nanti ada ruang transisi di tengah, kemudian berlanjut menuju museum etnografika,” jelasnya.
Meski demikian, konsep detail untuk koleksi etnografika masih dalam tahap perencanaan. Pemkab Kediri juga membuka berbagai masukan terkait pengembangan museum. Harapannya agar dapat menjadi pusat edukasi sejarah dan budaya yang representatif.
Tak hanya melakukan penataan museum. Disparbud Kabupaten Kediri juga terus mendorong peningkatan kunjungan wisata yang berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya melalui pembenahan infrastruktur pendukung menuju destinasi wisata.
“Yang utama tetap aksesibilitas. Jalan menuju lokasi wisata harus baik, jembatan harus aman, dan jalur menuju destinasi harus clear,” kata Mustika.
Baca Juga: Kunjungan Museum Sri Aji Jayabaya Membeludak, Dalam Sebulan Catatkan Lebih dari Seribu Pengunjung
Dia mencontohkan perbaikan sejumlah akses menuju kawasan wisata. Termasuk jalur menuju Ubalan yang sebelumnya terkendala kondisi jembatan. Selain aksesibilitas, pihaknya juga berupaya meningkatkan amenitas atau fasilitas pendukung wisata. Diantaranya toilet, area layanan pengunjung, hingga kerja sama dengan pelaku usaha kuliner.
“Keunikan masing-masing destinasi harus dipertahankan. Atraksi juga harus terus dipelihara karena itu yang akan menarik wisatawan datang,” tuturnya.
Mustika menilai penyelenggaraan berbagai kegiatan budaya di situs sejarah, seperti pementasan seni di Candi Tegowangi menjadi salah satu strategi. Tujuanya untuk meningkatkan daya tarik wisata Kabupaten Kediri. “Atraksi seperti ini (pentas seni, red) nantinya akan menambah kunjungan ke destinasi wisata kita secara berantai,” pungkas Mustika.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri