Lima Titik Panas Muncul di Kediri Raya dan Sekitarnya, Bisa Sebabkan Karhutla, ini Lokasinya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 20:05 WIB
Peta titik panas oleh BMKG.
Peta titik panas oleh BMKG.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Sebanyak lima titik panas terpantau di wilayah Kediri Raya berdasarkan pemantauan satelit pada Sabtu (19/7). 

Temuan itu menjadi sinyal awal yang perlu diwaspadai, terutama di tengah musim kemarau yang mulai berlangsung di Jawa Timur.

Seluruh titik panas tersebut berada di Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Blitar dengan tingkat kepercayaan sedang.

Titik panas merupakan indikasi adanya permukaan bumi yang memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan area di sekitarnya dan terdeteksi oleh sensor satelit.

Keberadaan hotspot tidak serta-merta menunjukkan telah terjadi kebakaran hutan maupun lahan.

Namun, data tersebut menjadi peringatan dini yang perlu ditindaklanjuti melalui pengecekan lapangan untuk memastikan sumber panas yang terdeteksi.

Pada musim kemarau, kemunculan titik panas umumnya lebih sering terjadi karena kondisi vegetasi yang mengering membuat lahan lebih mudah terbakar.

Selain akibat kebakaran hutan dan lahan, titik panas juga dapat dipicu aktivitas pembukaan lahan, pembakaran sampah, maupun sumber panas lain yang tertangkap sensor satelit.

Baca Juga: Kemarau 2026 Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi di Negara-Negara Eropa Sampai Picu Kebakaran Hutan, Begini Penjelasan Meteorologi Dunia

Berdasarkan data pemantauan dari cews.bmkg.go.id, tiga titik panas terdeteksi di Kabupaten Nganjuk dengan koordinat yang sama, yakni -7.6214, 112.0602.

Sementara dua titik lainnya berada di Kabupaten Blitar, masing-masing di koordinat -8.3046, 112.0565 dan -8.3067, 112.0960.

Seluruh titik panas tersebut terdeteksi oleh satelit NOAA20 pada 19 Juli 2026 pukul 01.11 WIB dengan tingkat kepercayaan sedang.

Dengan munculnya lima titik panas tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan maupun hutan.

Aktivitas pembakaran terbuka sebaiknya dihindari karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas, terutama saat cuaca kering dan angin bertiup cukup kencang.

Data titik panas sendiri merupakan salah satu instrumen pemantauan dini yang digunakan untuk mendeteksi potensi kebakaran.

Informasi tersebut menjadi acuan bagi instansi terkait untuk melakukan verifikasi lapangan sehingga dapat diketahui apakah titik panas benar-benar merupakan kejadian kebakaran atau hanya sumber panas lainnya.

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri, BMKG
karhutla titik panas BMKG waspada kebakaran hutan