Waspadai Lonjakan Bahan Pokok, Pemkab Jaga Harga Stabil Lewat GPM

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 19:05 WIB

 

 

PASAR MURAH: Warga Pare Kediri antusias membeli sembako dengan harga miring.
ilustrasi pasar murah di Kabupaten Kediri.

 

JP Radar Kediri – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali berjalan berpotensi memicu kenaikan harga bahan pokok.

Meski belum terjadi, Pemkab Kediri tetap mewaspadai hal itu. 

Salah satunya dengan mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar

Tujuan dilakukan program ini tak lain untuk menjaga stabilitas harga. Sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

 “Mayoritas harga bahan pokok masih relatif stabil,” ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih.

Komoditas telur yang sempat dikhawatirkan meningkat akibat permintaan MBG juga belum mengalami lonjakan.

Sementara itu, harga daging memang mengalami fluktuasi. Tetapi kenaikannya belum tergolong signifikan. Kondisi tersebut masih dinilai terkendali.

Baca Juga: Warga Kota Kediri Serbu Pasar Murah Jelang Idul Adha, Ini Alasannya!

Pemkab tidak ingin menunggu hingga harga melambung. Karena itu, Satgas Pangan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) terus menggelar operasi pasar dan GPM.

Selain itu, koordinasi dengan pedagang juga terus dilakukan untuk memantau perkembangan harga di lapangan.

“Sejauh ini kami mengamati belum ada kenaikan harga yang signifikan pada semua bahan pokok. Karena itu kami terus melakukan langkah antisipasi,” ucap Tutik.

Berdasarkan pemantauan Disdagin, komoditas yang saat ini mengalami kenaikan paling terlihat adalah daging sapi.

Meski demikian, kenaikan tersebut masih bersifat fluktuatif. 

Sementara harga telur masih stabil dan harga kedelai juga belum mengalami perubahan berarti. Meski bergantung pada pasokan impor.

Di sisi lain, ketersediaan minyak goreng juga dipastikan masih aman. Termasuk Minyakita yang masih tersedia melalui jalur distribusi resmi.

Hanya saja, tidak semua pedagang memperoleh pasokan.

Pasalnya distribusi dilakukan melalui Bulog, ID Food, maupun mitra penyalur yang telah ditunjuk.

Tutik menambahkan, stok bahan pokok di Kabupaten Kediri secara umum masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Bagikan Ribuan Bingkisan untuk Siswa, Cabdindik Kediri Gelar Ramadhan Berbagi dan Pasar Murah

Termasuk menghadapi meningkatnya permintaan seiring pelaksanaan MBG.

Sebagian besar komoditas bahkan masih surplus. Kecuali kedelai yang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah maupun impor.

“Kalau melihat data yang ada, ketersediaan bahan pokok diperkirakan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama satu hingga dua bulan ke depan. Jadi, insyaallah stok masih aman,” pungkasnya. 

 

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
gerakan pasar murah pemkab kediri Disdagin operasi pasar