JP Radar Kediri–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menyiapkan anggaran sekitar Rp 7 miliar untuk pengadaan lahan tambahan perluasan Pasar Buah Banyakan.
Di lokasi barunya nanti, pasar yang terdampak proyek Tol Kediri-Kertosono itu akan disulap menjadi rest area dan pusat oleh-oleh khas Kediri.
Untuk diketahui, Pasar Buah Banyakan seluas 3.686 meter persegi terdampak pembangunan Tol Kediri-Kertosono.
Setelah melalui berbagai proses panjang, lahan pengganti Pasar Buah Banyakan ditetapkan di lapangan futsal sebelah utara pasar. Jaraknya sekitar satu kilometer.
Berdasar hasil appraisal, nilai aset lapangan futsal yang menjadi pengganti Pasar Buah Banyakan mencapai Rp 16,66 miliar.
Lahan pengganti seluas 3.908 meter persegi itu juga sudah diserahkan ke Pemkab Kediri.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan, luasan tersebut dinilai belum cukup untuk mengembangkan kawasan yang lebih representatif.
Karena itu, Pemkab Kediri menambah bidang tanah di lokasi yang saat ini masih dimiliki perseorangan.
Baca Juga: Pemkab Kediri Siap Relokasi Pasar Buah Banyakan Tahun ini, Begini yang Sudah Dilakukan
"Teman-teman perkim (dinas perumahan dan kawasan permukiman), sesuai arahan Mas Bupati (Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, melakukan tambahan pengadaan tanah," ujar Tutik.
Lahan yang akan dibebaskan luasnya sekitar 1.831 meter persegi.
Pengadaan tanah akan dilaksanakan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP). Sedangkan Disdagin menyiapkan konsep pengembangan kawasan.
Menurut Tutik, anggaran pembebasan lahan diperkirakan mencapai Rp 6,6 miliar hingga Rp 7 miliar.
Lahan itu juga sudah di-appraisal oleh pihak proyek tol. “Rencana dulu dibeli pihak tol sekalian, ternyata anggarannya tidak cukup,” jelas Tutik.
Tutik menegaskan, saat ini tahapan yang berjalan tinggal proses pengadaan tanah oleh DPKP di perubahan anggaran keuangan (PAK) 2026 ini.
Bersamaan dengan itu, disdagin juga mulai menyusun pra-desain kawasan pasar baru.
Konsep yang disiapkan tidak hanya menyediakan tempat relokasi pedagang saja.
Melainkan juga mengembangkan kawasan sebagai pusat oleh-oleh dan rest area. Dengan konsep tersebut, kawasan diharapkan tetap ramai meski bukan musim buah.
"Harapannya nanti tidak hanya menjadi pasar buah saat musim. Ketika tidak musim buah tetap ada aktivitas ekonomi karena bisa menjadi pusat oleh-oleh maupun rest area," jelas perempuan yang juga menjabat plt kepala dinas ketahanan pangan dan peternakan itu.
Setelah penyusunan pra-desain selesai, menurut Tutik pemkab akan menyusun detail engineering design (DED) tahun depan.
Pengembangan kawasan diharapkan bisa menjadikan Pasar Buah Banyakan sebagai kawasan perdagangan. Sekaligus titik singgah bagi pengguna Jalan Tol Kediri–Kertosono.
“Jadi tidak hanya relokasi saja. Namun juga bisa dikembangkan,” jelas Tutik.
Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri