JP Radar Kediri-Persiapan operasional Bandara Dhoho Kediri sebagai embarkasi haji makin dimatangkan.
Pekan depan, Pemkab Kediri bersama Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Kediri dan Kantor Wilayah Kemenhaj Jawa Timur akan melakukan studi tiru ke embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri Sumarlan mengatakan, rombongan dijadwalkan berangkat pada Jumat (24/7).
Sasaran utama kunjungan adalah Kanwil Kemenhaj Jogjakarta. Setelah itu, rombongan akan meninjau hotel transit serta Bandara YIA Kulon Progo yang menggunakan konsep hotel sebagai tempat transit jemaah sebelum keberangkatan.
“Jika tidak ada perubahan jadwal berangkat Jumat (24/7),” kata Sumarlan.
Studi tiru, lanjut Sumarlan, dilakukan untuk mendapat gambaran teknis tentang alur pelayanan jemaah.
Hasil kunjungan nantinya akan jadi salah satu acuan dalam menyusun konsep embarkasi haji di Kediri.
“Biar tahu alurnya kalau pakai hotel itu seperti apa,” jelasnya.
Di sisi lain, penentuan hotel transit di Kediri juga masih berproses. Dalam kunjungan Kemenhaj beberapa waktu lalu, Hotel Grand Surya dan Hotel Merdeka sempat disurvei.
Selain itu, ada sekitar 10 hotel lain yang juga turut diajukan sebagai opsi.
Namun, menurut Sumarlan, hingga kini belum ada hotel yang dipastikan menjadi lokasi transit jemaah. Pemkab masih menunggu hasil kajian lanjutan dari Kemenhaj.
“Masih belum ada info yang mana yang akan digunakan. Sepertinya data survei kemarin itu masih dikaji,” jelasnya memastikan survei Kemenhaj itu bukan tahap akhir. Melainkan masih akan ada survei lanjutan untuk menilai berbagai aspek.
Baca Juga: Tol Bandara Dhoho Kediri Bisa Difungsikan Desember, Dukung Operasional Embarkasi Haji Tahun 2027
Mulai kelayakan hotel, alur perpindahan jemaah, hingga simulasi operasional sebelum embarkasi benar-benar dijalankan.
“Nanti mestinya ada survei kedua, ketiga. Tahapannya memang bertahap. Di Kulon Progo sendiri katanya kementerian kemarin itu surveinya sampai delapan kali lebih,” paparnya.
Tak hanya itu, berbagai simulasi juga akan dilakukan. Mulai dari mengukur waktu tempuh rombongan jemaah dari hotel menuju bandara, proses keluar masuk hotel, hingga gladi pemberangkatan agar seluruh alur pelayanan dapat berjalan sesuai standar.
Sumarlan menegaskan, penyusunan roadmap atau peta jalan pengembangan Embarkasi Haji Kediri juga masih terus berproses.
Pembahasannya akan dilakukan secara bertahap bersamaan dengan hasil survei dan studi tiru.(*)
Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri