Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hari Pertama MPLS Sekolah Rakyat! Di Kota Kediri, Siswa Sulit Tidur, di Kabupaten Kediri, Bupati Dhito Kunjungi SR Plosoklaten

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 15 Juli 2026 | 05:30 WIB
Siswa Sekolah Rakyat Kota Kediri saat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis di hari pertama MPLS, Selasa (14/7). (Foto: Ayu Isma)
Siswa Sekolah Rakyat Kota Kediri saat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis di hari pertama MPLS, Selasa (14/7). (Foto: Ayu Isma)
JP Radar Kediri-Ratusan siswa Sekolah Rakyat (SR) di Kediri Raya mulai mengikuti MPLS kemarin (14/7). Beberapa siswa SD di SR Kota Kediri mengaku sulit tidur karena jauh dari orang tua.
Seperti diakui oleh Adiba, 7. Bocah asal Kelurahan Bandarlor, Mojoroto itu mengaku sempat tak bisa tidur di hari pertama tinggal di asrama.
Maklum, Senin (13/7) lalu adalah kali pertama baginya jauh dari orang tua. Beruntung, dia bisa mengatasi kondisi kangen rumah yang dialaminya.
“Kata orang tua nggak boleh takut. Kan sama kayak mondok,” ujar Adiba dengan polosnya. Dia pun bertekad untuk menghadapi hari-harinya di SR Kota Kediri ke depan.

Baca Juga: Wali Kota dan Bupati Cek Pelaksanaan MPLS! Vinanda Datang ke Sekolah Rakyat, Dhito ke SMPN 2 Ngasem

Jika Adiba mengaku tidak bisa tidur, Nayla, 6, siswa SD lainnya harus tidur dengan dikeloni oleh wali asrama. 
Setelah ditemani tidur oleh orang dewasa, bocah yang kemarin asyik guyon dengan Adiba itu mengaku langsung bisa tidur.
Untuk diketahui, di asrama SR, siswa jenjang SD itu berbagai kamar yang berisi 12 siswa. Mereka menempati ranjang susun atau bunk bed.
Sembari menunggu proses pemeriksaan kesehatan, mereka juga bermain dengan teman-teman sekamar dan sesekali lari-larian di gedung aula tersebut. Di hari pertama MPLS kemarin, anak-anak mengikuti pemeriksaan kesehatan.
Penanggung Jawab Program Usaha Kesehatan Sekolah Puskesmas Campurejo Asna Nurkholida mengatakan, cek kesehatan itu dilakukan untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan dari total 222 anak di sana.

Baca Juga: Rekrutmen Guru Belum Rampung: Pemkab Kediri Siapkan 20 Guru untuk Backup Sekolah Rakyat, Begini Tugasnya

“Jadi biar ketika diketahui ada penyakit menular, itu tidak menular ke teman yang lain,” katanya, ditemui di aula SR Kota Kediri. 
Beberapa penyakit menular yang diantisipasi itu meliputi tuberculosis (TBC), penyakit kulit atau scabies, dan penyakit menular lainnya.
Selain itu, siswa juga mendapat pemeriksaan status gizi, berat dan tinggi badan, mata, tekanan darah, mulut dan gigi, serta telinga.
“Ketika diketahui semua itu (jika ada penyakit menular, Red), peserta bisa dimasukkan ke kamar tersendiri sampai sehat,” lanjutnya.
Bupati Hanindhito Himawan Pramana (baju batik) bersama Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji dan Dandim 0809 Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah berdialog dengan siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri bersama pejabat forkopimda lainnya. (Foto: Wahyu Adji)
Bupati Hanindhito Himawan Pramana (baju batik) bersama Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji dan Dandim 0809 Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah berdialog dengan siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri bersama pejabat forkopimda lainnya. (Foto: Wahyu Adji)

Terpisah, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dan Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa juga mengecek MPLS di Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri kemarin.

Datang bersama pejabat Forkopimda Kabupaten Kediri, Dhito dan rombongan langsung meninjau beberapa fasilitas sekolah. Mulai dari asrama, kamar mandi, hingga fasilitas lainnya.

Baca Juga: Pemkab Kebut Akses Jalan Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri, Target Rampung Sebelum MPLS

Selesai meninjau sarpras, Dhito menyebut tantangan sekolah berasrama sering berasal dari persoalan kecil yang justru menentukan kenyamanan siswa.

Seperti kualitas makanan, pengelolaan sampah, hingga kesiapan listrik saat terjadi gangguan.

Karenanya, dengan berjalannya SR ini, dia meminta agar hal-hal detail itu benar-benar diperhatikan.

"Problem boarding school biasanya ada di hal-hal minor. Makanan, sampah, listrik kalau mati bagaimana. Hal-hal seperti itu yang harus benar-benar diperhatikan," pesannya.

Dhito juga berharap agar SR Kabupaten Kediri mampu menjalankan amanat Presiden. Yakni menjadi solusi bagi anak-anak yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri Kekurangan Murid SD, Lanjutkan Penjangkauan sampai Pelaksanaan MPLS

"Bagi orang tua, percayakan apa yang sudah dipercayakan kepada kami. Mempercayakan anaknya kepada pemerintah. Insyaallah Pemerintah Kabupaten Kediri dan Pemerintah Pusat akan berkolaborasi untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak," urainya.

Dalam kesempatan kemarin Dhito juga berbincang dengan Ahmad Ali Nur Arifin, siswa SD.

Saat ditanya apakah dirinya rindu dengan rumah, bocah berusia tujuh tahun itu hanya menjawab tidak tahu. Demikian pula saat ditanya cita-citanya, Ahmad mengaku belum memikirkannya.

Bagi  Dhito, kepolosan Ali menjadi gambaran anak-anak yang harus mulai belajar mandiri di lingkungan asrama.

Dia optimistis anak-anak seusia Ali akan mampu beradaptasi dengan baik. Sebaliknya, perhatian yang lebih harus diberikan kepada siswa SMP dan SMA yang sedang berada di fase pencarian jati diri.

Baca Juga: Siswa Sekolah Rakyat Kota Kediri Akan Diajar 37 Guru Tamu, Siap Ikuti MPLS 14 Juli Nanti. Ini Progresnya!

"Saya selalu percaya tidak ada anak yang bodoh. Yang ada hanyalah guru yang belum menemukan metode untuk mengajarkan anak tersebut," tegasnya.

Karena itu, Dhito meminta kepala sekolah segera berkoordinasi dengan Pemkab apabila muncul persoalan selama penyelenggaraan sekolah.

Dia menilai keberhasilan SR hanya bisa dicapai melalui kolaborasi seluruh pihak.

"Ada bupati, wakil bupati, ketua PKK, dandim, kapolres, Bu kajari, seluruh stakeholder di Kabupaten Kediri hadir. Bahkan perwakilan dari DPRD maupun PIC dari Kemensos juga hadir. Ini untuk memastikan bahwa program ini tidak hanya sekedar berjalan. Tapi program ini adalah program yang berhasil," tandasnya.

Editor : Andhika Attar Anindita
mpls sekolah rakyat Sekolah Rakyat hanindhito himawan pramana mpls