Baca Juga: Wali Kota dan Bupati Cek Pelaksanaan MPLS! Vinanda Datang ke Sekolah Rakyat, Dhito ke SMPN 2 Ngasem
Terpisah, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dan Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa juga mengecek MPLS di Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri kemarin.
Datang bersama pejabat Forkopimda Kabupaten Kediri, Dhito dan rombongan langsung meninjau beberapa fasilitas sekolah. Mulai dari asrama, kamar mandi, hingga fasilitas lainnya.
Baca Juga: Pemkab Kebut Akses Jalan Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri, Target Rampung Sebelum MPLS
Selesai meninjau sarpras, Dhito menyebut tantangan sekolah berasrama sering berasal dari persoalan kecil yang justru menentukan kenyamanan siswa.
Seperti kualitas makanan, pengelolaan sampah, hingga kesiapan listrik saat terjadi gangguan.
Karenanya, dengan berjalannya SR ini, dia meminta agar hal-hal detail itu benar-benar diperhatikan.
"Problem boarding school biasanya ada di hal-hal minor. Makanan, sampah, listrik kalau mati bagaimana. Hal-hal seperti itu yang harus benar-benar diperhatikan," pesannya.
Dhito juga berharap agar SR Kabupaten Kediri mampu menjalankan amanat Presiden. Yakni menjadi solusi bagi anak-anak yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri Kekurangan Murid SD, Lanjutkan Penjangkauan sampai Pelaksanaan MPLS
"Bagi orang tua, percayakan apa yang sudah dipercayakan kepada kami. Mempercayakan anaknya kepada pemerintah. Insyaallah Pemerintah Kabupaten Kediri dan Pemerintah Pusat akan berkolaborasi untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak," urainya.
Dalam kesempatan kemarin Dhito juga berbincang dengan Ahmad Ali Nur Arifin, siswa SD.
Saat ditanya apakah dirinya rindu dengan rumah, bocah berusia tujuh tahun itu hanya menjawab tidak tahu. Demikian pula saat ditanya cita-citanya, Ahmad mengaku belum memikirkannya.
Bagi Dhito, kepolosan Ali menjadi gambaran anak-anak yang harus mulai belajar mandiri di lingkungan asrama.
Dia optimistis anak-anak seusia Ali akan mampu beradaptasi dengan baik. Sebaliknya, perhatian yang lebih harus diberikan kepada siswa SMP dan SMA yang sedang berada di fase pencarian jati diri.
"Saya selalu percaya tidak ada anak yang bodoh. Yang ada hanyalah guru yang belum menemukan metode untuk mengajarkan anak tersebut," tegasnya.
Karena itu, Dhito meminta kepala sekolah segera berkoordinasi dengan Pemkab apabila muncul persoalan selama penyelenggaraan sekolah.
Dia menilai keberhasilan SR hanya bisa dicapai melalui kolaborasi seluruh pihak.
"Ada bupati, wakil bupati, ketua PKK, dandim, kapolres, Bu kajari, seluruh stakeholder di Kabupaten Kediri hadir. Bahkan perwakilan dari DPRD maupun PIC dari Kemensos juga hadir. Ini untuk memastikan bahwa program ini tidak hanya sekedar berjalan. Tapi program ini adalah program yang berhasil," tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita