JP Radar Kediri–Tahun ajaran baru dimulai pekan depan. Namun, bangunan fisik Sekolah Rakyat (SR) masih belum rampung.
Hingga minggu ini, progres fisik proyek dari Pemerintah Pusat itu baru mencapai 95 persen. Untuk diketahui, mulai Selasa (14/7) nanti siswa akan mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
Di saat yang sama, siswa baru juga akan mengikuti cek kesehatan gratis (CKG). Setelah MPLS selama sekitar tiga minggu, siswa akan langsung mengikuti pembelajaran reguler.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Subur Widono mengatakan, jadwal MPLS dan pembelajaran tetap berjalan meski pembangunan belum mencapai 100 persen. “Progres fisik sekitar 95 persen,” kata Subur.
Apa saja yang belum selesai? menurut Subur rekanan tinggal melakukan finishing. Mulai memasang sebagian plafon, penyelesaian interior beberapa ruangan, hingga penataan kawasan luar seperti halaman dan paving. Adapun bangunan utama sudah selesai.
Diakui Subur, secara visual proyek memang masih tampak belum selesai. Sebab, area yang harus dikerjakan sangat luas. Terutama pekerjaan paving di sekeliling kawasan sekolah yang masih berlangsung.
“Secara bobot pekerjaan (yang belum selesai) sebenarnya kecil. Yang banyak sekarang itu finishing dan penataan halaman,” lanjutnya.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri Kekurangan Murid SD, Lanjutkan Penjangkauan sampai Pelaksanaan MPLS
Selain itu, kondisi lingkungan yang berada di kawasan perkebunan juga membuat lokasi terlihat masih berdebu. Apalagi saat musim panen tebu dan angin bertiup cukup kencang.
Meski demikian, Subur memastikan fasilitas utama yang dibutuhkan untuk operasional sudah dapat digunakan.
Khususnya asrama yang akan menjadi tempat tinggal para siswa. “Asrama sudah siap secara fungsional. Untuk kebutuhan anak-anak sudah bisa digunakan,” terangnya.
Meski proyek fisik masih berlangsung, menurutnya pembelajaran dan aktivitas siswa nantinya tidak akan terganggu.
Penyelesaian proyek akan dilakukan di bagian-bagian yang tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, walaupun kekurangan fisik tinggal lima persen, Subur mengaku belum berani memastikan seluruh pekerjaan bisa selesai 31 Juli nanti.
Sesuai target, seharusnya proyek SR sudah selesai saat siswa menempati SR. Namun, melihat perkembangan pekerjaan di lapangan, dia tidak berani memprediksi.
“Kalau sesuai jadwal memang tanggal 31 Juli siswa angkatan pertama ini pindah ke sana (SR Plosokidul). Tetapi kalau melihat kondisi di lapangan, saya belum berani memastikan apakah saat itu benar-benar sudah rampung 100 persen atau belum,” jelasnya.
Terpisah, siswa SR Kota Kediri juga akan menempati asrama mulai 13 Juli nanti. Bertepatan dengan persiapan MPLS.
Kabid Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kota Kediri Widya Purna Nur Huda mengatakan, dari hasil rapat koordinasi Rabu (8/7) lalu, MPLS akan dimulai 14 Juli.
Seperti halnya Kabupaten Kediri, pria yang akrab disapa Huda itu juga menyebut fisik SR Kota Kediri belum selesai.
“Untuk mengantisipasi agar tidak tercampur proses pembangunan dan MPLS-nya, yang bagian belakang akan diberi pagar pembatas agar tidak menganggu proses MPLS. Jadi semua pekerja nanti mengerjakan di belakang,” ungkap Huda.
Dari hasil rakor, menurut Huda proyek fisik di bagian belakang harus selesai paling lambat 31 Juli nanti. Salah satu area yang harus dikebut penyelesaiannya adalah asrama siswa SD.
Huda menegaskan, rakor Rabu lalu bertujuan untuk memastikan kesiapan gedung dan fasilitas penunjang. Di antaranya kelistrikan, air, jaringan, dan lainnya.
Dia memastikan sarana pembelajaran sudah siap. Termasuk kebutuhan mebelair di kelas.
Baca Juga: Pemkab Kediri Kebut Akses Jalan Sekolah Rakyat: Lahan Milik PTPN, Pemerintah Lakukan Hibah Fisik
“Tinggal nanti (di asrama) ada penambahan bantal, guling, selimut, dan seragam anak-anak. Ini sedang proses pengadaan oleh Kemensos. Nanti tanggal 13 Juli itu semuanya dibagikan. Per anak mendapat satu paket. Dari PIC-nya (person in charge, Red) Kemensos sudah siap dan menyanggupi,” beber Huda.
Untuk diketahui, jika sebelumnya hanya 187 siswa yang terjaring, kemarin ada penambahan siswa baru.
Totalnya mencapai 192 anak. Masing-masing, 25 siswa jenjang SD, 83 siswa jenjang SMP, dan 84 siswa jenjang SMA.
“Karena asrama SD di belakang itu belum jadi, nanti akan difokuskan dengan hanya memakai 2 sampai 3 asrama yang sudah jadi. Sehingga tidak terpisah-pisah,” urainya.
Editor : Andhika Attar Anindita