JP Radar Kediri–Menjelang dimulainya operasional Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Kediri, pemerintah masih berpacu menuntaskan dua pekerjaan besar sekaligus.
Di satu sisi, jelang pelaksanaan tahun ajaran baru, pembangunan fisik masih belum rampung. Di sisi lain, penjangkauan calon peserta didik, khususnya jenjang sekolah dasar (SD), akan dilanjutkan sampai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) karena minim murid.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kediri Subur Widono mengatakan, proses penerimaan peserta didik jenjang SD masih menjadi tantangan terbesar.
Hingga saat ini, jumlah calon siswa yang menyatakan siap bergabung baru 21 anak. Padahal, kuota yang disiapkan sekitar 90 siswa atau tiga rombongan belajar.
"Yang SD memang masih kurang. Sampai hari ini (8/7) baru 21 anak. Kemarin sempat 22, tetapi kemudian mundur satu. Penjangkauan masih terus kami lakukan," ujarnya ditemui di kantornya kemarin siang.
Dengan jumlah siswa yang minim itu, menurut Subur pemerintah tidak menutup proses penjaringan. Meski jadwal operasional sekolah sudah semakin dekat, tim Sekolah Rakyat bersama pemerintah daerah masih aktif menjangkau calon siswa yang memenuhi kriteria.
Upaya tersebut akan terus dilakukan hingga pelaksanaan MPLS. Setelah masa itu berakhir, pemerintah daerah akan menyampaikan hasil riil kepada Pemerintah Pusat sebagai bahan evaluasi.
"Batasnya sampai MPLS. Kalau nanti sampai batas itu jumlahnya belum memenuhi target, ya kami laporkan apa adanya kepada kementerian. Selanjutnya kami menunggu kebijakan dari Pusat," terangnya.
Subur mengakui, hingga saat ini belum ada petunjuk teknis tentang langkah yang akan diambil jika kuota siswa SD tidak terpenuhi. Kemungkinannya, operasional sekolah tetap berlanjut dengan jumlah peserta didik sesuai hasil penjangkauan.
"Bisa saja nanti hanya satu rombongan belajar. Tetapi itu bukan keputusan pemerintah daerah. Kami menunggu arahan dari kementerian karena Sekolah Rakyat merupakan program Pemerintah Pusat," bebernya.
Sementara itu, berbeda dengan jenjang SD, penerimaan peserta didik SMP dan SMA justru sudah memenuhi kuota. Bahkan, jumlah pendaftar melebihi kapasitas yang tersedia.
Subur menyebut, sekitar 40 calon siswa SMP dan sekitar 60 calon siswa SMA tidak dapat diterima karena kuota telah terpenuhi.
"Kalau SMP dan SMA justru sudah penuh. Bahkan ada yang tidak bisa kami terima karena kuotanya sudah habis," ungkap mantan Camat Wates itu.
Baca Juga: Omzet Toko Seragam dan ATK Meroket Karena Hal Ini!
Untuk diketahui, sesuai jadwal sementara, peserta didik baru akan mulai mengikuti MPLS pada 14 Juli. Pada hari yang sama, pemerintah juga merencanakan pelaksanaan cek kesehatan gratis (CKG) bagi seluruh peserta didik baru.
Saat ini pelaksanaannya masih dimatangkan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dan Kementerian Kesehatan.
"Rencananya mulai 14 Juli anak-anak mengikuti MPLS sekaligus CKG. Untuk teknisnya masih kami koordinasikan dengan dinas kesehatan," beber Subur.
Editor : Andhika Attar Anindita