JP Radar Kediri-Operasional Embarkasi Dhoho masih harus melewati serangkaian tahapan. Salah satunya simulasi yang akan dijadwalkan untuk membuat gambaran alur layanan pemberangkatan haji pada 2027 nanti.
Rencananya, pelaksanaan simulasi akan berkiblat pada Embarkasi Jogjakarta yang baru beroperasi tahun ini.
Untuk diketahui, Embarkasi Jogjakarta jadi layanan embarkasi dan debarkasi berbasis hotel pertama di Indonesia.
Alur pelayanan sepenuhnya dilakukan di fasilitas hotel. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, dokumen, hingga proses imigrasi diselesaikan langsung di hotel.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Kediri Basyarudin mengatakan, dari hasil pembahasan bersama Menteri Haji dan Umrah di Surabaya pekan lalu, disepakati bahwa simulasi Embarkasi Dhoho nantinya akan berkiblat pada Embarkasi Yogyakarta.
“Simulasi itu nanti benar-benar seperti kita berangkat haji. Jadi mungkin nanti meminjam jemaah dari KBIH sebanyak satu atau dua bus, dan nanti lokasi dan waktunya dikalkulasikan juga,” ungkap pria yang akrab disapa Basyar itu.
Misalnya, jika hotel transit ditetapkan di Grand Surya, maka simulasi akan dimulai dari kedatangan rombongan bus pembawa jemaah dari berbagai daerah. Kemudian, alur mobilisasi jemaah dan perhitungan waktu yang dibutuhkan.
“Semua nanti diterapkan di situ waktu simulasi,” sambungnya.
Baca Juga: Tol Bandara Dhoho Kediri Bisa Difungsikan Desember, Dukung Operasional Embarkasi Haji Tahun 2027
Kapan simulasi itu akan dilakukan? Basyar menyebut saat ini belum ada penjadwalan untuk pelaksanaan simulasi. Sebelum itu, informasinya Kemenhaj juga akan melaksanakan studi banding ke Embarkasi Jogjakarta.
“Belum dijadwalkan (simulasi). Tapi arahan Pak Menteri, prosesnya seperti di Jogja,” tandas Basyar.
Seperti diberitakan, Kemenhaj tengah mematangkan persiapan operasional Embarkasi Dhoho 2027 nanti.
Dengan kapasitas bandara internasional yang dimiliki, bandara yang berlokasi di Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri itu bisa melayani 26 kelompok terbang (kloter) di musim haji tahun depan.
Jemaahnya pun berasal dari 15 kota/kabupaten di Jawa Timur bagian selatan. Terdiri dari eks karesidenan Kediri dan Madiun, ditambah Jombang dan Bojonegoro. Potensi jemaah yang bisa diakomodasi mencapai 10.548 orang.
Terpisah, General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Dhoho Kediri Rahmat Yoni Saputra menyatakan bandara siap melayani penerbangan haji.
Sebab, sejak awal Bandara Dhoho dibangun dengan spesifikasi yang mampu mengakomodasi operasional pesawat berbadan lebar atau wide body.
Dengan infrastruktur tersebut, bandara memiliki kapasitas untuk melayani berbagai jenis pesawat sesuai kebutuhan operasional.
"Apabila nantinya telah ada penetapan resmi mengenai penyelenggaraan embarkasi maupun jenis pesawat yang akan dioperasikan, kami siap melakukan penyesuaian operasional sesuai ketentuan, persyaratan teknis, dan standar keselamatan penerbangan yang berlaku," ujarnya.
Saat ini, ungkap Rahmat, otoritas bandara masih menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan embarkasi maupun jenis pesawat yang akan digunakan.
Seluruh persiapan operasional nantinya akan mengikuti regulasi yang ditetapkan pemerintah dan otoritas penerbangan.
Selain kesiapan infrastruktur, menurut Rahmat pihaknya juga akan memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi.
Mulai Kementerian Perhubungan, penyelenggara ibadah haji, maskapai, hingga instansi pendukung lainnya. Hal itu dilakukan agar seluruh proses pelayanan jamaah dapat berjalan lancar.
"Kami juga akan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan seluruh aspek operasional berjalan optimal. Mulai dari pelayanan penumpang, ground handling, hingga pengaturan operasional di sisi udara maupun sisi darat sesuai regulasi yang berlaku," jelasnya.
Menurutnya, aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, seluruh penyesuaian operasional akan dilakukan sesuai standar yang berlaku apabila Bandara Dhoho resmi ditetapkan sebagai embarkasi haji.
"Yang pasti, Bandara Dhoho Kediri berkomitmen memberikan pelayanan yang aman, selamat, dan sesuai standar untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan penerbangan haji," tandasnya.
Editor : Mahfud