KABUPATEN, JP Radar Kediri – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius BPBD Kabupaten Kediri. Berbagai potensi kebencanaan terus diwaspadai. Salah satunya dengan mengoptimalkan upaya mitigasi di lapangan.
Meski masih mencatatkan nihil kasus, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan yang dapat terjadi akibat musim kemarau.
“Kami tetap meningkatkan kewaspadaan karena musim kemarau diperkirakan berlangsung cukup panjang,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno.
Dia mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan hingga desa. Tak lain untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Menurutnya, sejumlah wilayah diperkirakan berpotensi mengalami kondisi kering. Sehingga dapat memicu kekurangan air bersih hingga meningkatkan risiko kebakaran lahan dan semak.
Baca Juga: BMKG Sebut Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Saat Kemarau, ini Lokasinya
BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan menghemat pemakaian sesuai kebutuhan. Selain itu, pemerintah desa dan kecamatan diminta aktif memantau ketersediaan air bersih.
Termasuk mengoptimalkan sumber air yang ada seperti embung maupun tampungan air lainnya.
Selain ancaman kekeringan, potensi kebakaran lahan juga menjadi perhatian.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pasalnya kondisi vegetasi yang kering dapat mempercepat penyebaran api.
Baca Juga: BMKG Sebut Juli Jadi Puncak Kemarau di 83 Zona, ini Rinciannya
“Selain itu, jangan membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area hutan maupun lahan kering,” pesan Djoko.
Sebagai langkah antisipasi, pihak terkait diminta menyiapkan personel, peralatan, bahan serta logistik. Sehingga sewaktu-waktu dapat digunakan apabila terjadi bencana.
Camat di masing-masing wilayah juga diminta melakukan identifikasi desa yang berpotensi mengalami kekeringan air bersih maupun kekeringan lahan pertanian.
BPBD berharap upaya mitigasi yang dilakukan sejak dini dapat meminimalkan dampak musim kemarau. Baik terhadap kebutuhan air masyarakat maupun potensi kebakaran hutan dan lahan yang kerap meningkat saat cuaca kering ekstrem. (c1/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita