JP Radar Kediri- Meski proyek fisik Sekolah Rakyat (SR) ditarget selesai Juli ini, agaknya proses rekrutmen guru dan tenaga kependidikan di sekolah milik Pusat itu belum siap di tahun ajaran baru 2026/2027 ini.
Karenanya, ratusan siswa berbagai jenjang di sana akan diajar guru tamu. Sedikitnya ada 37 guru yang siap mengajar anak-anak Juli ini.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin mengatakan, pengisian guru dan tenaga kependidikan SR saat ini masih berproses di Kementerian Sosial.
Sedangkan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) siswa SR direncanakan berlangsung mulai 14 Juli nanti.
Karenanya, pemerintah daerah diminta menghadirkan guru tamu untuk mengajar anak-anak di tahapan tersebut.
“Untuk guru tamunya kami sudah koordinasikan dengan dinas pendidikan. Dari Kemensos juga sudah muncul kebutuhan gurunya berapa. Sehingga dinas pendidikan tinggal menyiapkan,” ungkap Imam.
Sebanyak 37 guru tamu yang sudah disiapkan, menurut Imam akan mengajar di tiga jenjang. Yakni, sembilan guru SD, 11 guru SMP, dan 17 guru SMA.
Sedangkan untuk kepala SR menurut Imam akan ditetapkan oleh Kemensos di pekan ini.
Imam pun memastikan SR Kota Kediri sudah mempunyai kepala sekolah yang akan mengelola SR sebelum MPLS pekan depan.
“Kalau untuk guru tamu, dari perjanjian rencana kontraknya itu sekitar satu bulan (mengajar di SR, Red). Tetapi dari hasil sosialisasi terakhir, ada kemungkinan nanti bisa diperpanjang hingga tiga bulan,” bebernya.
Adapun untuk penjaringan calon siswa, hingga pleno yang dilaksanakan pada 30 Juni lalu sudah didapatkan 187 calon siswa.
Terdiri dari 24 siswa SD, 79 siswa SMP, dan 84 siswa SMA. Meski masih di bawah target kuota sebanyak 270 siswa di tiga jenjang pendidikan, namun fasilitas pendidikan itu ditargetkan tetap mulai operasional pertengahan Juli ini.
Calon siswa yang sudah terjaring itu tinggal melengkapi syarat-syarat administratif yang saat ini tengah berlangsung.
“Saat ini masih kami beri kesempatan bagi calon siswa yang masih melengkapi persyaratan administrasi untuk segera memenuhi,” tandas Imam.
Sementara itu, untuk progres fisik bangunan sekolah rakyat, Imam menyebut dari hasil pembahasan terakhir sudah mencapai 90 persen. Pekerjaan menyisakan area asrama siswa yang masih belum selesai.
Baca Juga: Kebut Proyek SR Kota Kediri, Ini Progress Pembangunan Saat Ini!
“Tinggal menyelesaikan yang bagian belakang seperti asrama putri itu belum selesai, masih sekitar 86 persen,” ungkapnya.
Sementara itu untuk bangunan utama penunjang pelaksanaan MPLS, menurutnya sudah siap untuk difungsikan. Di antaranya, ruang kelas, asrama SD dan SMP, tempat ibadah, hingga gedung pertemuan.
“Termasuk lapangan upacara juga sudah ready. Lain-lainnya ditargetkan juga selesai di 14 Juli itu,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita