Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Siapkan Embarkasi Dhoho Kediri, Pemkab dan Kanwil Kemenhaj Akan Studi Tiru ke Kulonprogo untuk Petakan Alur Layanan Haji

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 4 Juli 2026 | 19:44 WIB
Runway dan terminal Bandara Internasional Dhoho Kediri nampak dari atas. (Foto Wahyu Adji)
Runway dan terminal Bandara Internasional Dhoho Kediri nampak dari atas. (Foto Wahyu Adji)

JP Radar Kediri–Setelah rapat koordinasi (rakor) bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di Surabaya, Pemkab Kediri mulai menyusun tahapan operasional Embarkasi Haji Kediri.

Mereka akan melakukan studi tiru ke Kulonprogo untuk susun roadmap layanan haji.

Termasuk menyiapkan simulasi pelayanan jemaah dari hotel menuju ke Bandara Dhoho.

Asisten 1 Sekretariat Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan dengan Kemenhaj.

Pemerintah Pusat meminta agar seluruh hasil pembahasan ditindaklanjuti. Sehingga persiapan menuju operasional embarkasi tidak terhenti.

“Kami diminta segera menindaklanjuti persiapan Embarkasi 2027,” jelas Sukadi.

Di tahap awal, Pemkab Kediri bersama Kanwil Kemenhaj Jawa Timur akan melakukan studi tiru ke Kulonprogo.

Daerah tersebut dipilih karena telah menerapkan sistem embarkasi dengan memanfaatkan hotel sebagai tempat transit jemaah.

“Itu (hasil studi tiru) nanti juga akan dibentuk tim untuk menyusun roadmap (peta jalan) pelaksanaan haji di Kediri,” lanjut Sukadi.

Baca Juga: Hotel Haji di Kediri Jadi yang Pertama se Indonesia, Kemenhaj Rencanakan Bangun 2027 untuk Dukung Embarkasi Dhoho

Roadmap, ungkap Sukadi, tidak hanya mengatur alur pelayanan.

Melainkan juga jadi pedoman seluruh proses keberangkatan jemaah. Mulai dari kedatangan calon jemaah di hotel.

Kemudian proses penerimaan, pemeriksaan administrasi dan barang bawaan, perpindahan menuju bandara, hingga proses naik ke pesawat akan disusun secara rinci.

Setelah roadmap selesai, seluruh tahapan akan diuji melalui praktik simulasi. Sehingga semua pihak punya standar operasional yang sama saat embarkasi mulai beroperasi.

“Simulasinya mulai jemaah datang ke hotel, diterima bagaimana, membawa barang apa saja, kemudian bergerak ke bandara sampai naik pesawat. Jadi nanti dicari ritme yang paling tepat supaya saat operasional tidak ada kendala dan SOP benar-benar berjalan,” rinci Sukadi.

Sementara itu, selain membahas pelayanan jemaah, Kemenhaj juga mulai menyiapkan pengembangan ekosistem ekonomi haji di wilayah Embarkasi Kediri.

Dalam diskusi bersama Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Prof Jaenal Effendi, menurut Sukadi pemerintah daerah diminta menginventarisasi seluruh potensi yang bisa mendukung penyelenggaraan ibadah haji.

Tak sekadar mendata UMKM saja. Melainkan daerah diminta mengidentifikasi komoditas yang benar-benar dibutuhkan untuk konsumsi jemaah di Arab Saudi.

“Kabupaten Kediri diminta menyiapkan data potensi nanas, cabai, beras, dan berbagai komoditas pertanian lainnya,” tutur Sukadi.

embBaca Juga: Kebut Persiapan Embarkasi Bandara Dhoho Kediri: Pemkab Usulkan 6,5 Hektare Tanah untuk Bangun Penginapan, Begini Progresnya

Daerah lain juga akan dilibatkan sesuai potensi masing-masing. Misalnya, Kabupaten Nganjuk diarahkan menginventarisasi bawang merah.

Demikian pula Kabupaten Tulungagung yang diminta memberikan komoditas unggulannya.

Selain produk pertanian, menurut Sukadi Pemkab Kediri juga mengusulkan ikan lele dan ikan patin sebagai bagian dari rantai pasok kebutuhan konsumsi jemaah.

“Harapannya kebutuhan konsumsi jemaah Indonesia di Arab Saudi bisa dipenuhi dari daerah sendiri,” paparnya.

Tak melulu bahan, Sukadi menyebut Kemenhaj juga mulai memikirkan pengembangan produk oleh-oleh haji.

Sebab, selama ini masih banyak barang bawaan jemaah dari Arab Saudi yang merupakan produk buatan Indonesia.

Karenanya, Pemerintah Pusat meminta agar produk yang dipasarkan benar-benar memiliki nilai khas dari Arab Saudi.

Sedangkan produk Indonesia difokuskan sebagai komoditas ekspor untuk memenuhi kebutuhan jemaah.

Menindaklanjuti hal tersebut, Agustus mendatang Kemenhaj akan menggelar expo nasional yang menampilkan potensi unggulan daerah.

Rencananya pameran juga akan digelar di Kediri. Prof Jaenal dijadwalkan hadir untuk melihat langsung berbagai komoditas yang berpotensi masuk dalam rantai pasok penyelenggaraan haji dan umrah.

“Untuk pemetaan potensi daerah di Pemkab Kediri juga akan kirim surat ke pemerintah kabupaten/kota di wilayah Embarkasi Dhoho,” tandas Sukadi.

Baca Juga: Ini List dan Kapasitas Hotel di Kediri yang Berpotensi Dipakai Jemaah Haji yang lewat Embarkasi Bandara Dhoho Kediri 2027 Nanti

Setelah seluruh data terkumpul, pemerintah daerah akan menggelar pertemuan bersama Kemenhaj.

Tujuannya menyusun langkah pengembangan ekonomi haji secara terpadu.

“Daerah-daerah nanti kami minta menyampaikan potensinya. Setelah semua terkumpul akan kami paparkan bersama Kementerian Haji sehingga ada sinkronisasi kebutuhan dengan potensi yang dimiliki masing-masing daerah. Jadi embarkasi juga menggerakkan ekonomi masyarakat melalui ekosistem haji,” tegasnya. 

Editor : Mahfud
#hotel haji #pemkab kediri #embarkasi #bandara dhoho #Kemenhaj