JP Radar Kediri–Persiapan Bandara Dhoho Kediri untuk menjadi embarkasi haji terus dikebut.
Salah satu yang disiapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah adalah pembangunan Hotel Haji pada 2027 nanti.
Sedikitnya ada anggaran dari Pemerintah Pusat Rp 80 miliar yang siap digeser untuk proyek tersebut.
Untuk diketahui, setelah Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memimpin pertemuan di Asrama Haji Sukolilo pada Rabu (1/7) lalu untuk mengevaluasi persiapan Embarkasi Dhoho, Kamis (2/7) malam Kemenhaj juga menggelar pertemuan di Kediri.
“Rapat membahas tindak lanjut rapat kesiapan Embarkasi Haji Kediri,” kata Asisten 1 Sekretaris Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Kediri Sukadi.
Salah satu topik bahasan dalam pertemuan Kamis malam lalu menurut Sukadi adalah terkait rencana pembangunan Hotel Haji di Kediri.
Pemkab Kediri menyiapkan lahan seluas 5,8 hektare kompleks Bandara Dhoho. Tepatnya di Desa Kalipang, Grogol.
Lahan seluas sekitar enam hektare itu hanya berjarak sekitar satu kilometer dari terminal keberangkatan Bandara Dhoho.
“Kepastian pembangunan Hotel Haji tahun 2027 disampaikan langsung oleh Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Prof Jaenal Effendi,” lanjut Sukadi.
Pemerintah Pusat, lanjut Sukadi, menilai kesiapan Embarkasi Haji Kediri sudah semakin matang.
Mulai dari Bandara Dhoho, infrastruktur jalan, hingga dukungan pemerintah daerahnya.
"Tadi malam (2/7) disampaikan Pak Dirjen, tahun 2027 Kementerian Haji semula akan melanjutkan pembangunan di Graha Haji Surabaya dengan anggaran sekitar Rp 80 miliar. Karena Kabupaten Kediri memberikan dukungan lahan, dari anggaran itu arahnya sebagian digeser ke Kediri untuk pembangunan Hotel Haji," jelas Sukadi ditemui di kantornya kemarin.
Seperti dikatakan Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa sebelumnya, Sukadi menegaskan jika bangunan di Kediri bukan lagi asrama haji seperti di daerah lain. Melainkan bentuknya menjadi Hotel Haji.
Konsep baru itu diterapkan agar hotel tidak hanya dimanfaatkan saat musim haji saja. Dengan konsep asrama haji, bangunan hanya digunakan selama dua hingga tiga bulan saat kegiatan haji.
“Padahal biaya perawatannya sangat mahal,” tutur Sukadi.
Dengan konsep hotel, pemanfaatan bangunan bisa lebih luas. Selain pemanfaatan di musim haji, hotel juga bisa dimanfaatkan jemaah umrah yang terbang lewat Bandara Dhoho.
Seluruh pengelolaan akan berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah sehingga bangunan tetap produktif sepanjang tahun.
"Konsepnya hotel. Ini akan menjadi yang pertama di Indonesia. Jadi bukan asrama lagi, tetapi Hotel Haji,” tegasnya.
Meski anggaran yang akan dikucurkan untuk Hotel Haji berkisar Rp 80 miliar, menurut Sukadi untuk jumlah angka pastinya masih menunggu keputusan final Pemerintah Pusat.
Sembari menunggu pembangunan Hotel Haji, Sukadi membenarkan jika jemaah haji 2027 nanti akan transit di sejumlah hotel di Kediri.
“Memanfaatkan hotel-hotel yang sudah disiapkan pemerintah daerah,” imbuhnya.
Potensi Jemaah Haji di Jatim Selatan:
Daerah Jumlah
Kabupaten Kediri 1.292 jemaah
Kota Kediri 301 jemaah
Kabupaten Blitar 947 jemaah
Kota Blitar 380 jemaah
Kabupaten Nganjuk 691 jemaah
Kabupaten Trenggalek 553 jemaah
Kabupaten Tulungagung 1.112 jemaah
Kabupaten Madium 416 jemaah
Kota Madiun 285 jemaah
Kabupaten Magetan 464 jemaah
Kabupaten Ponorogo 512 jemaah
Kabupaten Pacitan 420 jemaah
Kabupaten Ngawi 476 jemaah
Kabupaten Jombang 1.202 jemaah
Kabupaten Bojonegoro 1.499 jemaah
Jumlah 10. 548 jemaah
Editor : Mahfud