Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Puluhan Mahasiswa Lakukan Aksi di Depan Gedung DPRD Kabupaten Kediri, Salah Satunya Desak Tutup Dapur MBG, ini yang Dilakukan

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 2 Juli 2026 | 22:50 WIB
Foto: Asad M.S//

EVALUASI MBG: Puluhan mahasiswa melakukan aksi di depan kantor DPRD Kabupaten Kediri. Mereka meminta agar dapur MBG atau SPPG di Kediri ditutup.

 
Foto: Asad M.S// EVALUASI MBG: Puluhan mahasiswa melakukan aksi di depan kantor DPRD Kabupaten Kediri. Mereka meminta agar dapur MBG atau SPPG di Kediri ditutup.  

 JP Radar Kediri–Penolakan program makan bergizi gratis (MBG) akhirnya juga disuarakan dari Kediri.

 Puluhan mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Kediri melakukan demo di depan gedung DPRD Kabupaten Kediri.

Salah satu tuntutan mereka mendesak pemerintah untuk menutup dapur MBG di Kediri. 

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, puluhan mahasiswa mulai berkumpul di Lapangan Grogol sekitar pukul 11.00.

Memakai almamater kampus masing-masing, mereka membawa poster, spanduk, dan langsung menuju ke kantor DPRD Kabupaten Kediri di Jl Soekarno-Hatta Katang.

Dalam orasinya, mahasiswa meminta DPRD menjalankan fungsi pengawasan. Termasuk mendesak pemerintah daerah untuk menutup dapur MBG.

Baca Juga: Heboh Aksi Demo Bayaran Rp200 Ribu, Prabowo: Hati-Hati, Saya Tahu Siapa yang Bayar!

Alasannya, Kabupaten Kediri tidak sesuai dengan kriteria daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). 

Selain itu, mahasiswa juga menyuarakan penolakan terhadap wacana proyek geothermal di Kabupaten Kediri.

"Kita datang tidak atas dasar kebencian. Kita datang untuk mendorong kewajiban mereka," ungkap salah satu mahasiswa dalam orasinya.

Tak hanya menyampaikan tuntutan untuk DPRD dan Pemkab Kediri, mahasiswa juga mengkritisi kebijakan di tingkat nasinal.

Mereka pun menyampaikan delapan tuntutan. Di antaranya, penerapan sistem meritokrasi yang berlandaskan transparansi dan kapabilitas. Kemudian, penguatan kemandirian ekonomi nasional.

Mahasiswa juga mendesak Pemerintah Pusat melakukan reshuffle kabinet yang tidak kompeten.

“Evaluasi Badan Gizi Nasional (BGN) dan KDMP. Sahkan RUU Perampasan Aset, dan perbaikan komunikasi pemerintah,” lanjut salah satu orator.

Khafid Taftazani, salah satu peserta aksi mengatakan, demo mahasiswa kemarin menuntut Pemerintah Pusat untuk mengevaluasi MBG.

Baca Juga: Demo Malang Hari Ini 17 Juni: Mahasiswa Usung 5 Tuntutan Mulai MBG hingga Harga BBM

Serta, mendesak DPRD menjalankan fungsi pengawasan terhadap seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kabupaten Kediri.

"Kami menolak ketika pelaksanaannya tidak tepat sasaran. Kalau memang tepat sasaran, kami mendukung. Yang kami minta sistemnya diperbaiki dan diawasi," tegasnya.

Khafid menegaskan, MBG sejatinya untuk menekan angka stunting dan membantu kelompok rentan. Di antaranya ibu hamil.

Namun, data yang dihimpun mahasiswa dinilai berbeda. Karenanya, sejumlah dapur MBG perlu dievaluasi.

"Data kami menunjukkan sasaran seperti stunting maupun ibu hamil di Kabupaten Kediri relatif kecil. Karena itu kami melihat ada dapur MBG yang tidak tepat sasaran. Bahkan ada yang lokasinya berdekatan satu sama lain, padahal seharusnya diprioritaskan untuk wilayah yang benar-benar membutuhkan," tandasnya.

          Tak hanya mengawasi MBG, menurut Khafid mahasiswa juga menuntut dilakukannya audit total terhadap Badan Gizi Nasional (BGN), evaluasi KDMP, pengesahan RUU Perampasan Aset, dan beberapa tuntutan lainnya.

Baca Juga: Demo Jakarta Hari Ini: Intip Rute, Titik Aksi, dan Tuntutannya

Merespons demo dari para mahasiswa itu, Anggota DPRD Kabupaten Kediri M. Zaini menyebut, aksi mahasiswa kemarin merupakan bentuk kepedulian terhadap pembangunan dan kebijakan pemerintah.

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas peran kontrol dari teman-teman mahasiswa. Kami sangat sadar ini bukan sekadar serangkaian narasi, tetapi bentuk kepedulian dan kecintaan terhadap Kabupaten Kediri. Karena itu kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya," ujar mantan aktivis itu.

Zaini menegaskan, seluruh aspirasi mahasiwa akan jadi bahan pengawasan dewan. Terutama terkait program MBG dan KDMP agar berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat.

"Keinginan kami sama, mengawasi MBG maupun KDMP agar bisa terlaksana dengan baik sesuai cita-cita Presiden. Fungsi kontrol itu akan kami lanjutkan," tegasnya.

Aksi mahasiswa masih terus berlangsung hingga pukul 16.15 kemarin. Sejumlah mahasiswa melakukan orasi secara bergantian. Mengkritik program pemerintah.

Mereka juga sempat menyinggung pengusutan kasus rekrutmen perangkat desa 2023 silam. 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#Mbg #mahasiswa #tuntutan #demo