JP Radar Kediri – Proses pengambilan koper jemaah haji asal Kabupaten Kediri mulai dilakukan setelah seluruh kloter tiba di tanah air.
Hingga kemarin (1/7), pengambilan barang bawaan berlangsung lancar. Di sisi lain, masih ada satu jemaah asal Kabupaten Kediri yang tertinggal di Arab Saudi karena masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Sejauh ini distribusi koper kepada keluarga jemaah tidak menemui kendala berarti. Beberapa persoalan kecil, seperti koper yang sempat dicari pemiliknya, telah berhasil diselesaikan.
“Alhamdulillah sejauh ini belum ada kendala yang berarti. Tadi ada satu koper yang sempat dicari atas nama Pak Imam Mustajab juga sudah ditemukan. Sehingga proses pengambilan berjalan lancar,” ujar Kepala Seksi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kementerian Haji Kabupaten Kediri Mahfudzia Afindis.
Laki-laki yang akrab disapa Afin itu menjelaskan, total terdapat sekitar 1.207 koper milik jemaah yang didistribusikan kepada keluarga.
Jumlah tersebut tidak termasuk koper milik enam Petugas Haji Daerah (PHD) yang sebelumnya telah dibawa pulang secara mandiri.
Sementara itu, koper milik dua jemaah yang meninggal dunia di Tanah Suci juga telah tiba di Kabupaten Kediri dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Baca Juga: Jemaah Haji Mulai Siapkan Kepulangan: Koper Dikumpulkan, Larang Air Zamzam Masuk dalam Bagasi
“Batas pengambilan koper sampai pukul 16.00. Kalau masih ada yang belum diambil, nanti akan kami lihat kondisinya. Bisa jadi kami geser ke kantor Kemenag apabila jumlahnya sudah sedikit,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama proses kepulangan tidak ada laporan barang bawaan jemaah yang disita pihak maskapai maupun petugas bandara.
Hanya beberapa barang yang sempat dipisahkan saat pemeriksaan keamanan. Seperti gunting, korek api, dan cairan berukuran lebih dari 100 mililiter saat keberangkatan lalu.
Setelah proses pemeriksaan selesai, barang-barang tersebut dikembalikan kepada pemiliknya.
Dwi Hartanto, salah seorang keluarga jemaah asal Kecamatan Kras mengaku proses pengambilan koper berlangsung tertib. Keluarga hanya diminta menunjukkan data kloter, rombongan, dan regu sebelum koper diserahkan petugas.
“Pengambilannya lancar. Tinggal menyebutkan kloter, rombongan, dan regu, kemudian koper langsung dicari petugas,” kata Dwi.
Di balik tuntasnya proses pemulangan jemaah, masih ada satu jemaah asal Kabupaten Kediri yang belum dapat kembali ke Indonesia.
Baca Juga: Sempat Tertahan di Makkah karena Sakit, Dua Jemaah Haji Kabupaten Kediri Susul Rombongan di Madinah
Yakni Norma Asrining Sukma, 48, asal Desa Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih yang tergabung dalam Kloter SUB 110.
Berdasarkan hasil visitasi tim pada 26 Juni, Norma masih menjalani perawatan di ruang ICU Al Noor Specialist Hospital, Makkah.
Kondisinya masih kritis akibat severe pneumonia atau infeksi paru-paru berat disertai Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS).
Saat ini pasien masih dalam kondisi disedasi, tidak dapat berkomunikasi, menggunakan alat bantu napas (intubasi), serta terpasang selang makan dan infus.
“Hingga saat ini masih ada satu jemaah yang dirawat di Arab Saudi. Informasi terakhir yang kami terima, kondisinya masih kritis dan belum ada perkembangan terbaru,” pungkas Afin.
Editor : Andhika Attar Anindita