JP Radar Kediri–Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mematangkan persiapan Kediri sebagai embarkasi haji.
Selasa (30/6) lalu, tim Kemenhaj kembali survei mengecek kesiapan operasional embarkasi haji pada 2027 nanti. Hasilnya, sarana dan prasarana di Bandara Dhoho dinyatakan sudah dalam kondisi baik.
Untuk diketahui, selain mengecek sarpras di Bandara Dhoho, tim yang terdiri dari Dirjen Pelayanan Haji Ian Heriyawan, Sekteratis Dirjen Pelayanan Haji Dalam Negeri Abdul Haris, dan Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Nurcholis itu juga mengecek RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan, dan Hotel Grand Surya. Demikian juga akses jalan menuju ke bandara.
Setelah survei Selasa lalu, kemarin (1/7) hasil survei tersebut dibahas bersama Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf di Embarkasi Haji Sukolilo, Surabaya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Kediri Sumarlan mengatakan, survei oleh tim Kemenhaj itu itu dilakukan secara menyeluruh.
Mereka memetakan kesiapan operasional Embarkasi Haji Kediri 2027 nanti.
"Yang dilakukan kemarin (30/6), pertama survei bandaranya. Kemudian survei akses menuju bandara, lalu survei hotel karena direncanakan jemaah yang berangkat dari Kediri tidak melalui asrama, tetapi menggunakan hotel di kawasan Kediri,” kata Sumarlan tentang survei di Hotel Grand Surya.
Konsep embarkasi yang disiapkan di Kediri menurut Sumarlan berbeda dengan Embarkasi Surabaya. Di Surabaya, calon jemaah haji (CJH) lebih dulu masuk ke asrama haji.
Adapun di Kediri, jemaah direncanakan langsung menginap di hotel sebelum terbang lewat Bandara Dhoho.
Hotel Grand Surya dipilih karena kapasitas kamarnya dinilai cukup banyak. Setidaknya bisa menampung satu kelompok terbang (kloter) jemaah haji.
Yakni sekitar 300 jemaah. Karenanya, kesiapan hotel menjadi salah satu aspek penting yang diverifikasi.
Selain hotel, Kemenhaj juga mengecek RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan. Fasilitas kesehatan yang paling dekat dari Bandara Dhoho itu dipilih untuk mendukung layanan kesehatan bagi CJH.
Baca Juga: Bandara Dhoho Jadi Embarkasi Haji Tahun 2027, Menteri Haji: Secara Teknis Kondisinya Bagus dan Layak
Dari hasil survei, menurut Sumarlan fasilitas Bandara Dhoho dinilai telah memenuhi persyaratan. Status sebagai bandara internasional serta fasilitas pendukungnya jadi modal penting dalam penyelenggaraan embarkasi haji.
"Dari segi bandara, Insyaallah semua sudah oke karena Bandara Dhoho sudah berstatus internasional. Fasilitas-fasilitasnya juga sudah siap," paparnya.
Meski demikian, tim Kemenhaj masih memberi satu catatan. Yakni terkait akses menuju Bandara Dhoho. Beberapa ruas jalan menuju kawasan bandara yang masih dalam proses penyelesaian itu menjadi catatan.
"Yang menjadi catatan memang akses menuju bandara. Tetapi kemarin sudah disampaikan oleh pihak pengelola jalan tol bahwa akhir tahun ini aksesnya sudah selesai. Jadi saat penyelenggaraan haji nanti insyaallah sudah bisa teratasi," paparnya.
Sumarlan menegaskan, rapat evaluasi di Sukolilo yang dipimpin Menhaj Irvan kemarin bisa jadi dasar menyusun skema operasional Embarkasi Kediri. Sekaligus mematangkan kebutuhan teknis yang harus dipenuhi sebelum 2027.
"Mudah-mudahan tahun depan Kediri bisa memberangkatkan jemaah haji dari Bandara Dhoho. Sehingga masyarakat Kediri Raya dan Madiun tidak perlu lagi berangkat melalui Surabaya," harapnya.
Sementara itu, kabar tentang operasional Embarkasi Kediri sudah menyebar di jemaah yang rencananya berangkat 2027 nanti.
Baca Juga: Begini Kata Menteri Haji dan Umrah Soal Kelayakan Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi
Saat pertemuan dengan kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH), mereka diberitahu tentang rencana keberangkatan yang hampir dipastikan lewat Kediri.
“Sudah diberitahu, tahun depan lewat Embarkasi Kediri. Dari Bojonegoro juga akan berangkat dari Kediri,” kata Lilik Mahmudah, CJH asal Ngadirojo, Pacitan.
Terpisah, General Manager (GM) Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Dhoho Kediri Rahmat Yoni Saputra mengatakan, untuk Bandara Dhoho tidak ada catatan dari Kemenhaj.
"Dari fasilitas dianggap sudah siap," jelasnya.
Senada dengan Yoni, Kepala Kemenhaj Kota Kediri Basyarudin yang Selasa lalu ikut survei mengakui jika Bandara Dhoho dinyatakan sudah layak.
“Kalau dari pengecekan Bandara Dhoho sepertinya sudah layak. Tinggal nanti memastikan penunjang lainnya,” urainya.
RS Muhammadiyah, jelas Basyar, akan jadi rumah sakit rujukan. Jika ada jemaah yang mendadak sakit, akan langsung dirujuk ke sana.
Baca Juga: Bandara Dhoho Batal Jadi Embarkasi Haji, Akses Jalan Belum Memadai untuk Operasional Tahun 2026
Adapun Hotel Grand Surya akan jadi tempat transit jemaah. “Jadi jemaah dari daerah masing-masing ke Hotel Grand Surya rencananya. Kalau sudah siap, jemaah langsung berangkat ke bandara,” beber Basyar.
Jemaah yang berangkat lewat Embarkasi Kediri menurut Basyar akan terdiri dari beberapa daerah. Yakni, wilayah Eks Karesidenan Kediri yang meliputi Kota dan Kabupaten Kediri, Kota dan Kabupaten Blitar, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Trenggalek.
Kemudian, Eks Karesidenan Madiun yang meliputi Kota dan Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Ponorogo. Ada pula tambahan dari Kabupaten Jombang dan Kabupaten Bojonegoro.
“Kurang lebih potensi jemaahnya 10 ribuan. Diperkirakan setiap hari ada dua kali penerbangan. Jadi dua kloter per hari,” ungkapnya.
Selain survei Selasa lalu, rencananya Kemenhaj juga akan melakukan simulasi untuk menangkap gambaran proses penerimaan haji dari berbagai daerah dan pemberangkatan ke Arab Saudi.
Namun, detail tindaklanjut itu masih menunggu hasil rapat lanjutan bersama Menteri Haji dan Umrah kemarin (1/7).
Editor : Andhika Attar Anindita