JP Radar Kediri – Finalis Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Kediri 2026 diminta tidak berhenti hanya sebagai peserta kompetisi.
Mereka harus membawa semangat yang sama untuk terus belajar, berkembang, serta merangkul teman-teman sebaya. Agar terhindar dari berbagai perilaku berisiko.
“Genre bukan sekadar berbicara tentang kesehatan reproduksi atau perencanaan kehidupan. Lebih dari itu, Genre mengajarkan anak muda untuk berani merencanakan masa depannya, menjaga diri, dan menjadi pengaruh baik di lingkungannya masing-masing,” pinta Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha saat membuka ajang grand final Pemilihan Duta Genre Kota Kediri 2026 di Kediri Mall kemarin (27/6).
Menurut pria yang akrab disapa Gus Qowim tersebut, Kota Kediri sebagai kota urban terus berkembang. Menjadi daerah yang hidup layaknya kota-kota besar.
Setiap hari masyarakat dari berbagai daerah datang untuk berbagai tujuan. Baik demi bekerja, berbelanja, belajar, hingga menikmati berbagai fasilitas yang tersedia.
Sebagai kota pendidikan, Kediri juga menjadi tujuan pelajar, mahasiswa, dan santri dari berbagai daerah. Sehingga mendorong tumbuhnya ruang-ruang kreatif, mulai kafe hingga tempat berkumpul anak muda.
Kondisi tersebut, lanjut dia, membawa dampak positif terhadap perputaran ekonomi, perkembangan UMKM, dan peluang usaha.
Namun, di balik itu terdapat tantangan besar yang harus dihadapi generasi muda.
Mulai penyalahgunaan narkoba, kekerasan, kriminalitas, pergaulan berisiko, hingga berbagai penyimpangan sosial yang dapat menghambat masa depan remaja.
Dia meyakini para finalis merupakan calon pemimpin masa depan. Yang kelak dapat menjadi dokter, pengusaha, akademisi, hingga pemimpin daerah.
Menurutnya, wali kota menitipkan pesan agar seluruh peserta tetap bersemangat merencanakan masa depan demi mewujudkan Kota Kediri yang mapan melalui generasi sehat, cerdas, berkarakter, dan saling menguatkan.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Kediri dr Muhammad Fajri Mubasysyir mengatakan antusiasme pemilihan Duta Genre tahun ini sangat tinggi.
Sebanyak 115 remaja mendaftar dan mengikuti enam tahapan seleksi. Mulai administrasi, tes tulis, wawancara, tes bakat, genre challenge, hingga personal branding.
Dari proses tersebut terpilih 20 finalis yang menjalani karantina selama empat hari sebelum tampil pada grand final.
“Kami berharap Duta Genre Kota Kediri mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyosialisasikan Program Bangga Kencana, mengembangkan pusat informasi dan konseling remaja, serta menjadi agent of change bagi remaja untuk menghindari pernikahan dini, seks bebas, dan penyalahgunaan NAPZA,” jelasnya.
Baca Juga: Mengenal Sosok Inggrid Aulia Rahma, Duta Genre Kabupaten Kediri 2025
Fajri menambahkan, Duta Genre juga dipersiapkan menjadi pendidik sebaya dan konselor sebaya yang mampu mengedukasi remaja mengenai kesehatan reproduksi, kesehatan mental, pencegahan stunting, serta pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga.
Hingga sekitar pukul 15.40, proses pemilihan masih berlangsung. Para 10 finalis kembali dijaring hingga muncul juara.
Editor : Mahfud