Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Listrik Sering Padam, Omzet Pedagang Jeblok, Ini Alasan Yang Wajib Kamu Ketahui!

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 21 Juni 2026 | 12:57 WIB
Ilustrasi listrik padam sebabkan omzet pedagang anjlok. (Wahyu Adji/JPRK)
Ilustrasi listrik padam sebabkan omzet pedagang anjlok. (Wahyu Adji/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri-Pemadaman listrik yang sering terjadi selama dua mingguterakhir dikeluhkan warga. Sejumlah pedagang dan pelaku usaha mengalamipenurunan omzet hingga separo. Sebab, begitu listrik padam produksi merekalangsung terganggu.

Seperti dikatakan oleh Fahrulli, 48. Warga Kelurahan Bangsal, KecamatanPesantren yang memiliki usaha air galon itu mengaku hanya pasrah jika tiba-tibalistrik padam. “Ini (pemadaman listrik) cukup meresahkan bagi kami. Kalau listrikpadam otomatis tidak bisa bekerja,” keluh pemilik depo air isi ulang itu.

Saat listrik padam, dia harus menghentikan operasional depo. Sebab, mesinpompa air, filterisasi, dan sterilisasi ultraviolet (UV) sepenuhnya bergantung pada listrik.

Baca Juga: PLN Buka Suara Terkait Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, Ini Alasannya

Akibatnya, omzet penjualan airnya pun langsung jeblok. Turun sekitar 50 persen dibanding hari biasa. “Jika kondisi normal saja saya mampu menjual air minum ini sampai 60 galonan. Namun karena listrik padam lama kemarin (18/6), saya cuma bisa menjual sekitar 30 galon saja,” terang bapak dari dua anak itu.

Tak hanya pedagang air isi ulang saja, pedagang es juga kelimpungan begitulistrik mati. Banyak yang stok air untuk bahan es habis. Alat presnya juga tidak bisaberfungsi. “Pelanggan saya banyak yang kebingungan,” sambung Wahyudi, pemilikusaha air isi ulang di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto yang omzetnya juga susutseparo lebih itu.

Pemilik usaha lain yang sepenuhnya tergantung pada listrik juga hanya bisapasrah dan merugi. Salah satunya Arista, 38, pemilik laundry di Kecamatan Kota. “Begitu listrik padam tidak bisa beraktivitas. Pencucian juga molor,” keluhperempuan yang tinggal di Kelurahan Banjaran itu.

Baca Juga: Mengapa Ada Pemadaman Listrik? Ternyata Ada Kaitannya dengan Batu Bara PLN

Dari beberapa kali pemadaman yang dialaminya, kejadian paling parah pada Kamis (18/6) malam. Sebab, listrik padam lebih dari tiga jam. Omzetnya pun susuthingga lebih dari 40 persen.Pelanggan pilih ke laundry lain yang punya genzet,” bebernya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, pada Kamis (18/6) malampemadaman listrik terjadi di beberapa lokasi di wilayah Kota Kediri. Di antaranya, di Kelurahan Bandarkidul, Bandarlor, Campurejo, Dermo. Kemudian, KelurahanBanjarmlati, Bujel, Mojoroto, dan Tamanan, Mrican, Pojok, Lirboyo di KecamatanMojoroto.

Di wilayah kabupaten pemadaman terjadi di Desa Banyakan, Desa Bulu, Desa Grogol, Desa Jatirejo, Desa Kalipang. Kemudian, Desa Gambyok, Datengan,Manyaran, Jabon, Ngablak, Parang, Sidomulyo, dan Tiron.

Baca Juga: Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir Akhir-akhir Ini, Akui Ada Kendala Pasokan Batu Bara

Di wilayah timur sungai, pemadaman juga terjadi di sebagian Desa Sambirejo, Desa Kwadungan, Desa Karangrejo, dan beberapa desa lainnya. Listrik mulai padamsekitar pukul 18.00 dan baru menyala lebih dari tiga jam kemudian.

Tak hanya dikeluhkan pedagang di Kota Kediri, para pedagang di KabupatenKediri juga merasakan hal yang sama. Seperti dialami Sriwahyuni, 52, wargaDesa/Kecamatan Gampengrejo. Di rumah Sri, listrik padam sejak pukul 18.00 hingga22.00. Pemadaman tanpa pemberitahuan itu membuat dirinya tidak bisa melakukanantisipasi. “Pas mengerjakan pesanan kue, tiba-tiba listrik mati. Produksi langsungberhenti,” keluh pemilik home industry ini.

Berbekal lilin, proses penggorengan kue juga menjadi lebih sulit. “Seharusnyabikin kue selesai jam 21.00. Ini semalaman tidak tidur,” ungkapnya.

Baca Juga: Ingin Pindah ke Mobil Listrik? Simak Dulu Jenis-Jenisnya!

Adapun di Kecamatan Wates, listrik padam kemarin siang (19/6). Aktivitaswarga juga terganggu karena banyak unit usaha yang tiba-tiba tutup. “Mau kebengkel tapi tidak bisa dilayani karena listrik mati,” beber Hartatik, 45, wargasetempat.

Sementara itu, jika pemadaman bergilir membuat aktivitas masyarakatterganggu dan merugi, sejumlah pemilik toko alat-alat listrik justru mendapat berkah. Penjualan lampu darurat atau emergency lamp melonjak tinggi.

Sejak sore sampai malam ini sudah terjual 30 unit,” kata Kevin, pemilik toko peralatan listrik di Joyoboyo, Kota Kediri.

Baca Juga: Korsleting Listrik Bakar Kandang Sapi di Purwoasri Kediri, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

Hal senada dialami Bambang, pemilik toko listrik di Kelurahan Dandangan, Kota Kediri. “Laku antara 5-10 unit dengan harga beragam. Antara Rp 40 ribusampai Rp 100 ribu,” tuturnya sembari menyebut pembeli juga banyak datang dariKabupaten Kediri.

Selain emergency lamp, genzet juga diburu oleh masyarakat. Lugi, pemiliktoko Perdana Teknik di Jl Dhoho menyebut, setiap hari selalu ada pembeli genzet di sana. “Setiap hari antara satu sampai dua unit,” urainya.

Sayang, meski pemadaman bergilir sudah berlangsung sekitar dua minggu, PLN memilih tutup mulut. Humas PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Kediri Rudi yang dihubungi Jawa Pos Radar Kediri belum bersedia merespons. Pesan yang dikirim koran ini lewat WhatsApp juga tidak dibalas.

Baca Juga: Viral Motor Listrik Berlogo BGN, Kepala Badan Gizi Buka Suara: Masuk Anggaran 2025, Direalisasikan Lewat Skema Khusus

Salah satu petugas PLN yang didatangi Jawa Pos Radar Kediri di kantornya, juga tidak memberikan jawaban.  “Mohon maaf yang berhak menjawab (pertanyaanpemadaman listrik, Red) pimpinan saya. Namun saat ini beliau sedang tugas dinasluar,” elaknya.

Editor : Andhika Attar Anindita
#pemadaman listrik #omzet pedagang jeblok #penjualan emergency lamp meningkat #pln kota kediri #kota kediri