KEDIRI, JP Radar Kediri- Lantunan doa menggema dari halaman Balai Kota Kediri dan sejumlah jalan protokol di sekitarnya, Senin sore (15/6).
Puluhan ribu santri dan masyarakat berpakaian mayoritas putih, duduk bersama melantunkan doa.
Mereka antusias melakukan istighotsah dan doa bersama menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, sejak pukul 16.00 kemarin santri Ponpes Lirboyo berjalan kaki menuju ke balai kota.
Sekitar pukul 17.15, jemaah tidak hanya memenuhi halaman balai kota dan Jl Basuki Rahmat saja. Melainkan memenuhi Jl Kartini, hingga ke Jl Dhoho.
Jemaah juga duduk lesehan di trotoar Jl Hayam Wuruk, hingga area titik nol. Total jemaah yang mengikuti rangkaian doa akhir tahun dan doa awal tahun baru Hijriah kemarin sore diperkirakan mencapai 20 ribu orang.
Sebanyak 12 ribu di antaranya merupakan santri Ponpes Lirboyo.
Istighotsah dan doa bersama menyambut tahun baru Islam di halaman balai kota tahun ini merupakan kali kedua. Sebelumnya, doa bersama biasa digelar di area Ponpes Lirboyo hingga di Masjid Agung.
Meski lokasinya di luar pondok, sejumlah kiai Ponpes Lirboyo juga menghadiri acara tersebut. Mulai Kiai Kafabihi Mahrus, Kiai An'im Falahuddin Mahrus, Ketua Rais Syuriah PCNU Kota Kediri Kiai Abdul Hamid Abdul Qodir, hingga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kiai Anwar Iskandar.
Baca Juga: Keutamaan Menyantuni Anak Yatim pada 10 Muharram
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, tahun baru Islam jadi momentum untuk merefleksikan apa yang sudah dilalui dan mulai menata yang akan dihadapi.
Tema ‘Bermunajat untuk Menyongsong Masa Depan yang Gemilang’ tahun ini, dirasa tepat dengan kondisi yang dihadapi umat saat ini.
“Kota Kediri tumbuh dengan keberkahan para ulama, pesantren, dan tradisi keagamaan,” ungkap Vinanda sembari menyebut perpaduan itu selama ini jadi penuntun masyarakat.
Karenanya, Pemkot Kediri menurut Vinanda akan terus berikhtiar untuk menghadirkan pembangunan yang tidak hanya mengejar kemajuan fisik dan ekonomi. Melainkan juga menjaga karakter masyarakatnya.
Untuk diketahui, acara doa bersama kemarin sore dibuka dengan lantunan ayat suci Alquran. Dilanjutkan dengan istighotsah bersama, serta disusul doa akhir tahun 1447 Hijriah yang dibacakan Kiai Kafabihi Mahrus.
Acara kemudian dilanjutkan dengan salat Maghrib berjamaah sebelum disambung dengan doa awal tahun 1448 Hijriah setelahnya.
Dalam khutbahnya Kiai Anwar Iskandar membeberkan tentang makna bulan Muharam yang erat dengan kisah diselamatkannya Nabi Yunus pada 10 Muharam atau Asyura.
“Ini adalah bulan yang baik untuk melakukan hal-hal baik dan memperbanyak interospeksi. Bermunajat kepada Allah SWT. Bukan dengan cara berhura-hura,” ungkapnya. (ais/ut)
Editor : Andhika Attar Anindita